Home / Berita & Promo / Garang Asem Rumah Makan Kondang Ngawi, Makin Dikenal Sejak Lokasinya Jadi Jalur Utama Jogja-Madiun-Surabaya
Garang Asem Rumah Makan Kondang Ngawi, Makin Dikenal Sejak Lokasinya Jadi Jalur Utama Jogja-Madiun-Surabaya

Garang Asem Rumah Makan Kondang Ngawi, Makin Dikenal Sejak Lokasinya Jadi Jalur Utama Jogja-Madiun-Surabaya

Kuliner garang asem dari Rumah Makan Kondang Ngawi makin dikenal banyak pelanggan sejak lokasinya jadi jalur utama Jogja-Madiun-Surabaya.

Kesuksesan hadir dari sebuah persiapan yang matang dan memaksimalkan peluang yang ada. Itulah yang menggambarkan kesuksesan dari Rumah Makan Kondang Ngawi, dengan produknya yang paling terkenal yakni garang asem. Garang asem Rumah Makan Kondang Ngawi semakin dikenal karena lokasinya yang dulu sangat sepi, sekarang menjadi jalur utama dari Jogja-Madiun-Surabaya sebelum ada tol, dan menjadi jalur ramai hingga sekarang.

Usaha kuliner ini berada di Jalan Raya Solo, Desa Watualang, Ngawi. Masih berlokasi di tempat yang sama sejak awal kali berdiri pada 1981, Nana Maria, pemilik RM Kondang belum berencana untuk pindah tempat atau pun buka cabang.

1. Awal Mula Berdirinya Garang Asem Rumah Makan Kondang

“Sebelum ada rumah makan kondang, usaha keluarga saya adalah jualan sate kambing di dekat pasar besar Ngawi dengan menggunakan gerobak. Tetapi karena ada proyek pelebaran jalan, akhirnya kami memutuskan untuk menetap di sini (Jalan Raya Solo, Desa Watualang, Ngawi),” tutur Mbak Nana.

Menurut Mbak Nana, saat itu jalan Watualang ini masih sepi banget. Ia beserta keluarganya merintis usaha juga ga langsung ramai. Kurang lebih ada 4 tahunan akhirnya ada pengunjung masuk. Sedikit demi sedikit, hingga saat ini RM Kondang masih bertahan.


Nama Rumah Makan Kondang merupakan pemberian dari almarhum ayah Nana. “RM kondang mengambil dari kata KONDANG yang artinya TERKENAL. Sehingga harapannya sampai besok besok Rumah Makan Kondang bisa terkenal terus,” jelasnya.

Awal mula ketika pembuatan nama, dulu sekeluarga dan anak-anak dari orang tua dikumpulkan semua. “Ayo ayo mau dibikin rumah makan apa? Lalu Bapak mengusulkan, gimana kalo dikasih nama KONDANG aja? Lalu anak-anak Bapak nanya, kok kondang kenapa? Kondang itu terkenal, sampe mana-mana terkenal, sampe kapanpun terkenal,” terang Mbak Nana.

Jadi, sebuah nama Rumah Makan Kondang itu ada doa di dalamnya.

2. Cara Mempertahankan Kualitas Produk Garang Asem Rumah Makan Kondang

Awal mulanya, yang dijual bukanlah garang asem yang sekarang ini terkenal. Melainkan hanya makanan pada umumnya seperti nasi rawon, soto, dan pecel. Hingga akhirnya Mbak Nana dan keluarga memutuskan ingin explore yang lebih beda, maka tercetus lah garang asem.

“Awalnya hanya coba-coba garang asem ayam. Lalu kami berinovasi dengan garang asem tawon, kutuk, belut dan lain-lain,” ungkap Mbak Nana.


Mbak Nana menuturkan, awal mulanya mendapatkan resep produk garang asem yang saat ini dijual di Rumah Makan Kondang dan pada akhirnya bisa laris seperti sekarang adalah belajar dari pengalaman, kemudian mengutak-atik sendiri. Ia mengaku selalu memperbaiki cita rasa makanan terus menerus dan gak berhenti berinovasi sehingga bisa laris sampai sekarang.

“Garang Asem kami beda dengan garang asem di tempat lain. Kalau saya bisa ambil contoh, garang asem di Kudus dan Ponorogo. Garang asem khas RM Kondang ada santannya, rasanya ada pedes, asin, manis, gurih. Pokoknya seimbang. Kalo di Kudus kan bening, dan rasanya cenderung manis. Ada juga garang asem di Ponorogo, tapi di sana pedesnya minta ampun. Di sana juga ga pakai santen, tapi pedes banget. Karena RM kondang berada di perbatasan, rasa yang dimiliki seimbang, di tengah-tengah lah pokoknya,” imbuh Mba Nana.

Untuk kualitas, tentunya tidak diragukan lagi. Karena garang asem ini sudah dikenal oleh banyak pelanggan yang melewati jalur utama Jogja-Madiun-Surabaya. Mengingat rata-rata jumlah orderan per hari bisa mencapai 30 porsi, dan kadang dikirim ke luar kota.

“Cara kami menjaga kualitas adalah dengan menentukan hasil akhir di owner (Nana). Chef yang bekerja masak, lalu saya cicipi. Kita selalu cicipin dulu sebelum akhirnya dijadikan stock untuk dijual ke pelanggan,” jelas Mbak Nana.


“Saat ini, produk yang tersedia di RM Kondang meliputi garang asem ayam, tawon, kutuk, wagal, belut, ati ampela, dan produk yang paling disukai rata-rata semuanya. Tapi kalau yang paling unik ya garang asem tawon,” imbuhnya.

3. Tips Menghadapi Tantangan Berbisnis sebelum Bisa Sukses sampai Sekarang

Mbak Nana pun membagikan tips dalam menghadapi tantangan berbisnis sebelum bisa sukses sampai sekarang. Kuncinya adalah cukup sabar, telaten, bersyukur dan ga berhenti mencari inovasi-inovasi terbaru.

“Menambah inovasi menu yang sesuai tren masa kini. Dan mengotak-atik menu yang cocok, yang masa kini. Sesuai dengan perkembangan jaman sekarang, seperti ikut layanan antar, lalu join PaxelMarket juga,” papar Mbak Nana.

Di samping itu, Mbak Nana mengaku bahwa dirinya selalu terbuka dan menerima kritik dari pelanggan, kurang apa dan harus apa. Hal ini bertujuan demi kemajuan rumah makan, agar bisa menjadi masukan positif dan tidak membuatnya berhenti berinovasi. Untuk itu, agar pelanggan tetap setia dan puas order Garang Asem Rumah Makan Kondang, Mbak Nana selalu mempertahankan rasa, kualitas, dan pastinya keramahan.


4. Cara Mengemas dan Mempromosikan Garang Asem Rumah Makan Kondang

Usaha kuliner yang tidak memiliki cabang dan reseller ini semuanya terpusat di satu tempat. Hal ini agar kualitas dan cita rasa masakan benar-benar terjaga. Namun Mbak Nana tetap melakukan promosi melalui IG, status WA, Facebook, dan sekarang melalui PaxelMarket.

“Kirim ke luar kota pakai Paxel. Jadi, kadang pelanggan mau order tapi belum sempat kemari, WA saya: “gimana ya pengen garang asem tapi gabisa ke Ngawi?” Lalu saya bilang bisa kirim pake Paxel sehari sampai. Kebanyakan kaget, makanan tradisional dikirim pake Paxel sehari sampai hahaha. Hingga akhirnya jadi banyak yang order trus dikirim dalam keadaan beku (frozen) ke luar kota pakai Paxel,” tuturnya.

Agar makanan dalam kondisi baik sampai ke tangan pelanggan yang di luar kota, Mbak Nana membagikan tips dalam memproduksi garang asem dan mengemas produk. “Ngukus harus benar-benar tanek, terus dibekukannya harus benar-benar beku. Dan kemasan plastik harus benar-benar rapat. Produk yang dijual juga merupakan produk fresh yang baru saja dibuat (matang). Selain itu, ada produk frozen sebagai stock juga, karena butuh proses untuk dibekukan. Karena kalau tiba-tiba ada yang order garang asem dan dibawa ke luar kota, kita sudah sedia yang beku.”

Sementara untuk diskon sendiri hampir gak ada. Tapi banyak promo, seperti di hari-hari tertentu dikasih free es teh atau takjil untuk berbuka puasa.

5. Suka Duka dalam Menjalankan Bisnis Kuliner Garang Asem Rumah Makan Kondang

Bagi wanita asal Ngawi yang menjalankan bisnis bersama mamanya ini, hal yang disukainya adalah ketika warung rame. Lalu saat pelanggan makannya habis, dan pelanggan puas. Sementara dukanya adalah saat PPKM, namun hal ini tidak menghentikan semangat Mbak Nana untuk terus berinovasi.

“Cara mengatasi duka dalam berbisnis ini saya lakukan dengan terus berinovasi hal-hal baru, menahan tangis di dalam tawa, dan tetap optimis, tekun, telaten, dan tidak menutup diri akan masukan dari orang lain,” pungkasnya.

Itu dia kisah pejuang online Garang Asem Rumah Makan Kondang yang dapat Kamu jadikan inspirasi untuk mengembangkan sebuah bisnis. Nantikan kisah-kisah hebat lainnya dari serial #PejuangOnlinePaxel yang dapat Kamu simak di website Paxel.co!

Artikel Terkait:
Paxel Depok Bersama UMKM Berbagi Untuk Negeri ke Yayasan Panti Asuhan Sakinah
Paxel Depok Bersama UMKM Berbagi Untuk Negeri ke Yayasan Panti Asuhan Sakinah
Misi #AntarkanKebaikan dalam Berbagi Untuk Negeri (BUN) konsisten dilaksanakan oleh tim Paxel dari berbagai kota bersama UMKM dari wilayah masing-masing kota. Salah satunya ada Paxel Home Depok yang melaksanakan kegiatan sosial bersama UMKM Kkshaf.id. Program Berbagi Untuk Negeri dari Paxel Depok ini dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan Sakinah Depok pada 27 Mei 2022 lalu. Baca Juga: Sambut Hari Keluarga Nasional, Yuk Ikut #SampaikanRasa Bersama Paxel Bali dan LSPR Bali! Pada acara tersebut, tim Paxel dan juga Seller UMKM yang turut berpartisi menyiapkan beberapa rangkaian kegiatan seru seperti bermain games untuk menciptakan suasana yang gembira. Dengan kegiatan yang seru diharapkan dapat memberikan keceriaan bagi adik-adik di Yayasan Panti Asuhan Sakinah Depok. Paxel membagikan 50 nasi kotak, alat tulis dan bantuan donasi (berupa uang) untuk membantu biaya sekolah adik-adik di Panti Asuhan Sakinah Depok. Seller Kkshaf.id juga turut membantu biaya sekolah adik-adik panti Asuhan Sakinah Depok dengan memberikan bantuan donasi (berupa uang). Dengan terlaksananya kegiatan ini secara lancar, pengurus dan adik-adik panti mengucapkan terima kasih untuk tim Paxel, Seller UMKM, dan semua orang yang mendukung berjalannya acara tersebut. Semoga kegiatan #AntarkanKebaikan Berbagi Untuk Negeri yang dilaksanakan oleh tim Paxel dan UMKM dari berbagai kota dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk semangat berbagi kebaikan. #SahabatPaxel yang di rumah juga bisa ikut serta dalam mengantarkan kebaikan lewat Paxel saat kirim paket dengan berdonasi di fitur tambah donasi. Yuk, semangat antarkan kebaikan bersama-sama! Baca Juga: Paxel Home Denpasar #AntarkanKebaikan Berbagi untuk Negeri ke 33 Lansia di PSTW Wana Seraya
25 Jun 2022
Cek Buktinya, Jualan dengan Sameday Delivery Ada Banyak Untungnya!
Cek Buktinya, Jualan dengan Sameday Delivery Ada Banyak Untungnya!
Apakah bisnismu memiliki produk yang butuh pengiriman cepat? Atau Kamu menginginkan pengiriman yang cepat untuk bisnismu? Sameday Delivery Paxel bisa menjadi pilihan layanan yang tepat untuk mengirimkan produkmu sehari sampai. Selain, dapat mengirim produkmu dengan cepat, Sameday Delivery Paxel terbukti sangat menguntungkan bagi bisnis dengan berbagai keunggulan. Baca Juga: Tips Packing Aman ala Seller #PejuangOnline Untuk Kirim Paket Makanan ke Luar Kota Melansir dari campaign #BuktiinAjaDulu di media sosial Paxel, sejumlah orang sudah membuktikan pengalaman mereka menggunakan pengiriman Sameday Paxel, lho! Yuk, langsung saja intip pengalaman mereka menggunakan Sameday Delivery Paxel! 1. Bisa Kirim Sameday ke Dalam Kota dan Bahkan Luar Kota Seperti namanya, layanan Sameday Delivery Paxel memiliki estimasi waktu pengiriman satu hari sampai, baik itu ke dalam kota maupun luar kota. Seperti El, pengguna yang sudah membuktikan dan merasa takjub dengan estimasi pengiriman Sameday Paxel yang cepat. Serunya lagi, saat membuat pengiriman Sameday Paxel, Kamu bisa mengatur estimasi waktu jemput dan tiba paketmu secara fleksibel. Di mana Kamu dapat mengatur estimasi waktu pengirimanmu sesuai keinginanmu. Baca Juga: Aplikasi Paxel Update Tampilan Baru, Lebih Fleksibel Menyesuaikan Behavior User 2. Ongkirnya yang terjangkau Layanan pengiriman yang cepat seperti Sameday umumnya membutuhkan biaya ongkir yang relatif mahal. Namun, tidak berlaku untuk Sameday Delivery Paxel yang menerapkan ongkir FLAT sampai berat 5 kg. Dengan ongkir FLAT, Customermu yang berasal dari luar kota tak akan khawatir akan tarif ongkir saat melakukan pembelian di toko bisnismu. Seperti pengguna dengan username @jualanbiarcuan yang sudah membuktikan terjangkaunya ongkir pengiriman Sameday Paxel ke luar kota. Di mana pengguna ini melakukan pengiriman paket dari Bandung ke Jogja, Solo, dan Semarang dengan ongkir hanya 15K. Baca Juga: 4 Layanan Pengiriman Antarkota Paxel, Ada Sameday Delivery hingga PaxelBig 3. Pengiriman yang Aman Sampai Tujuan Mau kirim produk yang butuh cepat sampai dengan aman? Paxel solusinya! Kirim produk pecah belah, mulai dari dokumen hingga aksesoris hingga logam mulia bisa dengan pengiriman Sameday Paxel. Seperti Kak Andi yang membagikan pengalamannya saat kacamatanya tertinggal dan dikirim pakai Paxel bisa sampai dengan cepat dalam hitungan jam. Bagi Kamu yang memiliki bisnis dengan produk mudah rusak seperti dokumen, aksesoris, hingga logam mulia bisa dengan aman kirim pakai Paxel. Dengan pengiriman Paxel, produk pecah belah-mu bisa dilengkapi dengan fitur High Value Shipment sehingga paketmu akan dijaga dengan pengamanan esktra. Serta, terdapat tambahan asuransi pengiriman hingga Rp 10 Juta yang menjamin paketmu tetap aman. Berikut adalah pengalaman sejumlah orang yang sudah menggunakan Paxel, khususnya Sameday Delivery. Tak hanya sehari sampai, pengiriman Sameday Paxel memiliki ongkir yang terjangkau dengan tarif FLAT hingga dilengkapi fitur ciamik dan asuransi sehingga aman sampai tujuan. Di mana semuanya sangat menguntungkan bisnis online untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dari berbagai kota.
23 Jun 2022
Owner Awicho Ciptakan Coklat Tempe, Terinspirasi dari Oleh-oleh Kripik Tempe yang Terkenal di Ngawi
Owner Awicho Ciptakan Coklat Tempe, Terinspirasi dari Oleh-oleh Kripik Tempe yang Terkenal di Ngawi
Tahukah Kamu dengan Awicho, oleh-oleh khas Ngawi? #SahabatNgawi dari Jawa Timur pastinya tahu dong? Ngawi memang identik dengan kripik tempenya yang khas. Tapi apa jadinya kalau kripik tempe ini dikreasikan dengan coklat? Ternyata olahan tempe coklat oleh Masyrifah Hidayati Nur ini memiliki daya tarik tersendiri dari para pelanggannya, loh!Seperti apa kisah sukses dari sang owner Awicho dari Ngawi yang awalnya memproduksi coklat karakter lucu sampai menemukan produk baru yang diminati banyak pelanggan? Yuk simak ulasannya berikut ini!1. Awal Mula Berdirinya AwichoBelum ada satu dekade Awicho ini berdiri, yakni pada tahun 2017, kesuksesan dari bisnis kuliner ini sudah bisa dinikmati oleh ownernya, Ida (sapaan akrabnya). Outletnya berada di Jalan Basuki Rahmat No. 5 Ngawi (sebelah Timur perempatan Kartonyono di Utara jalan). Sementara rumah produksinya berada di RT 6 RW 1 Desa Danguk, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.Awalnya, Ida hanya memproduksi coklat karakter yang lucu-lucu. Namun, karena coklat karakter hanya diminati musiman yaitu pada waktu lebaran saja, maka Ida bertekad untuk mencari inovasi terbaru supaya olahan coklatnya bisa diminati sepanjang tahun, sehingga bisa melakukan produksi sepanjang tahun. Lalu, beliau coba-coba bikin variasi lain, mulai dari coklat isi kacang, mete, biskuit, dll.Produknya ini terinspirasi dari kripik tempe Ngawi yang memang sudah terkenal dari Kota Bambu ini. Hal ini pun dimanfaatkan oleh Ida untuk membuat bisnisnya makin berkembang. “Karena di Ngawi ada sentra pengrajin tempe, maka saya coba-coba memadukan coklat dan tempe ini,” ungkapnya.Baca Juga: Wajik Salaman, Mulai Dijual di Garasi Rumah yang Saat Ini Sudah Jadi Toko2. Kenapa Diberi Nama Awicho?Tentunya #SahabatPaxel penasaran kan kenapa kulinernya bernama Awicho? Ida pun menjelaskan tentang asal usul nama Awicho ini. “Awicho berasal dari kata “Awi” yang merupakan cuplikan dari kata Ngawi yang berarti bambu, dan “Cho” dari kata Chocolate (coklat),” terangnya.“Saya ingin begitu orang mendengar kata Awicho mereka langsung terbayang bahwa produk itu dari Ngawi,” harap Ida.3. Awal Mula Menemukan Resep Produk AwichoSeperti yang disinggung sebelumnya, berawal dari memproduksi coklat karakter yang lucu-lucu, Ida mengaku melakukan trial error berkali-kali sampai tercipta olahan tempe yang diminati pelanggan.Di samping kreatif membuat inovasi terbaru, Ida juga banyak menyebar sampel dan mencari masukan dari orang-orang tentang bagaimana rasa produknya supaya banyak diminati customer.Akhirnya, beliau menemukan keunikan dan jenis produk yang diminati, yakni (1) dari segi produk, menyajikan olahan tempe dalam bentuk yang kekinian, dan (2) dari segi packaging, dibuat semenarik mungkin hingga meningkatkan nilai jual produk.Baca Juga: Garang Asem Rumah Makan Kondang Ngawi, Makin Dikenal Sejak Lokasinya Jadi Jalur Utama Jogja-Madiun-Surabaya4. Rahasia Ida dalam Mempertahankan Kualitas ProdukUntuk mempertahankan kualitas produk Awicho, Ida menuturkan bahwa beliau langsung terjun untuk mengawasi proses produksi. “Ya jelas harus langsung mengawasi produksi, walaupun mungkin kalau sekarang saya tidak full time mengawasi produksi dari mulai awal sampai akhir. Tapi kami sudah punya SOP dan formula baku untuk setiap produk dan sudah ada karyawan yang bertanggung jawab untuk ini (mengawasi quality control),” paparnya.5. Tips Menghadapi Tantangan dalam Berbisnis sebelum Bisa Sukses Sampai SekarangDalam menjalankan sebuah usaha, pasti ada tantangan yang dilalui oleh pemiliknya sebelum bisa sukses sampai sekarang. Ida mengungkapkan, “kunci utama bisnis adalah telaten dan istiqomah. Jadi, dalam keadaan apapun kami berusaha menjaga stok agar tetap ada dan tidak mengecewakan pembeli.”Untuk produk yang tersedia di Awicho ada Coklat Tempe, Kripik Tempe Coklat dan Bronte (Bronis Kering Tempe). Dari ketiga produk tersebut, Coklat Tempe dan Bronte adalah produk yang paling diminati. Produknya sempat mengalami kenaikan penjualan selama Ramadan 2022. Agar penjualan tetap naik di momen pasca Lebaran, pihaknya menyediakan oleh-oleh untuk pemudik.Baca Juga: Berawal dari Sharing Tips MPASI, Kini Permintaan Nugget Misoa From Elena Makin Tinggi6. Cara Mengemas dan Menyimpan Stok Produk Awicho NgawiProduk-produk yang dijual tersebut tentunya melewati teknik pengemasan yang baik. “Dikemas serapi mungkin dengan menambah bubble wrap dan kardus yang kokoh,” kata Ida.Karena produk keripik tempe coklat ini kering, jadi Awicho selalu ready stock, karena Ida bersama karyawannya melakukan produksi bukan hanya kalau ada pesanan.Penyimpanan produk pun harus dilakukan dengan baik agar produk tidak rusak. “Yang jelas tempat penyimpanan harus bersih dan terhindar dari debu dan sinar matahari langsung. Penyimpanan di ruang ber-AC,” imbuhnya.7. Cara Mempromosikan AwichoUntuk saat ini, promosi produk Awicho dilakukan melalui FB Ads, endors, hingga mengikuti pameran. Reseller memiliki campur tangan dalam mempromosikan produk, meskipun tim Awicho juga masih mendistribusikan produk sendiri.Ida masih merasa belum puas dengan cara mempromosikan produknya, jadi ia berkeinginan untuk mengembangkan jaringan pemasarannya lebih serius lagi. “Ingin mengembangkan jaringan pemasaran dengan lebih serius lagi dalam mengelola penjualan online, seperti maintenance IG dan FB yang lebih baik,” sambungnya.Baca Juga: Crackers Lele Beleys, Kripik dari Ngawi yang menjadi Produk Idaman Arumi Bachsin8. Suka Duka dalam Menjalankan Bisnis AwichoHal yang membuat Ida puas dalam menjalankan bisnis kuliner Awicho Ngawi adalah, “apabila orang bertanya apa oleh-oleh khas Ngawi, dan mereka menjawab AWICHO coklat tempe itu adalah kepuasan tersendiri,” ucap Ida.Supaya Awicho makin dikenal oleh masyarakat Ngawi hingga luar pulau, Ida memiliki strategi untuk selalu menjaga kualitas produk dan sering menjalin silaturahmi dengan menyapa di WA, FB atau IG pelanggan.Pelanggan bisa memesan Awicho melalui toko resmi. “Produk kami tersedia di banyak toko oleh-oleh di Ngawi, Madiun, Batu, Surabaya dan Yogyakarta. Bisa juga lewat IG, FB dan Shopee,” jelas Ida.Ditambah lagi, Ida mengungkapkan suka duka selama bisnis berlangsung ini yakni, “kalau kita masuk target penjualan tiap bulannya, bisa melihat karyawan setiap hari masuk untuk produksi. Ini menandakan penjualan kita lancar. Dukanya kalau nggak masuk target, barang kadang rusak di pengiriman.”Itu dia kisah pejuang online Awicho dari Ngawi yang dapat Kamu jadikan inspirasi untuk mengembangkan sebuah bisnis. Nantikan kisah-kisah hebat lainnya dari serial #PejuangOnlinePaxel yang dapat Kamu simak di website Paxel.co!
22 Jun 2022
Paxel Buka