Pernah tertarik membeli produk setelah melihat video tips atau cerita di balik pembuatannya? Kamu mungkin awalnya hanya ingin mencari informasi, lalu merasa produk tersebut sesuai dengan kebutuhanmu. Pendekatan seperti ini sering digunakan dalam soft selling. Seller memberikan informasi yang berguna dan memperkenalkan produk secara bertahap, sehingga calon pembeli punya waktu untuk memahami manfaatnya. Untuk kamu yang ingin membuat konten jualan terasa lebih dekat dengan audiens, berikut penjelasan soft selling beserta contoh yang bisa dicoba.
Soft selling adalah pendekatan penjualan yang mengutamakan hubungan, pemahaman kebutuhan, dan penyampaian manfaat produk tanpa tekanan berlebihan untuk segera membeli. Caranya bisa melalui konten edukasi, cerita pengalaman, demonstrasi produk, atau percakapan yang membantu pelanggan menentukan pilihan. Produk tetap diperkenalkan, tetapi pembahasannya dikaitkan dengan situasi yang relevan bagi audiens. Misalnya, seller frozen food membuat video menyiapkan bekal ketika waktu memasak terbatas. Produk muncul sebagai salah satu bahan yang digunakan, disertai penjelasan cara menyiapkan dan menyimpannya.
Hard selling adalah pendekatan penjualan yang menyampaikan penawaran dan ajakan membeli secara langsung. Biasanya, pesan menonjolkan harga, periode promo, atau ketersediaan produk. Perbedaan soft selling dan hard selling dapat terlihat dari contoh berikut:
• Soft selling: “Pagi sering terburu-buru? Coba siapkan bahan bekal dari malam supaya lebih praktis. Ini contoh menu yang bisa kamu buat.”
• Hard selling: “Pesan paket bekal hari ini dan dapatkan potongan harga sesuai ketentuan promo.”
Keduanya bisa dipakai sesuai tujuan komunikasi. Soft selling dapat digunakan saat audiens masih mencari informasi, sedangkan penawaran langsung membantu orang yang sudah siap membeli. Apa pun pendekatannya, informasi harga, stok, dan batas waktu harus sesuai kondisi sebenarnya.
Jika kamu menjual tas kerja, buat konten tentang menata barang bawaan agar mudah ditemukan. Tunjukkan fungsi kompartemen tas ketika relevan, lalu beri pilihan bagi audiens untuk melihat detail produknya.
Contoh kalimatnya: “Sering susah mencari kartu akses di dalam tas? Coba pisahkan barang kecil di satu kantong yang mudah dijangkau.”
Untuk bisnis kue, kamu bisa membagikan proses memilih bahan, mengemas pesanan, atau menyiapkan produksi harian. Cerita yang konkret membantu audiens mengenal cara kerja tokomu. Hindari klaim seperti “paling sehat” atau “nomor satu” jika tidak memiliki dasar yang dapat dibuktikan.
Seller pakaian bisa membagikan cara memadukan satu kemeja untuk beberapa aktivitas. Konten ini menunjukkan kegunaan produk sekaligus memberi ide yang bisa dipraktikkan pembaca.
Ulasan pelanggan dapat membantu calon pembeli memahami penggunaan produk dalam kehidupan sehari-hari. Minta izin sebelum mengunggah ulang foto atau percakapan, dan samarkan informasi pribadi yang tidak perlu ditampilkan.
Pilih masalah yang spesifik, misalnya menyiapkan camilan untuk rapat atau mencari hadiah yang mudah dikirim. Satu kebutuhan yang jelas akan memudahkanmu memilih contoh dan manfaat produk yang perlu dibahas.
Bagikan langkah praktis, perbandingan penggunaan, atau tips perawatan. Pastikan pembaca tetap memperoleh manfaat meskipun belum membeli produkmu.
Setelah membahas kebutuhan, jelaskan bagaimana produkmu bisa membantu. Sampaikan juga batasannya jika relevan, seperti kapasitas tas, ukuran pakaian, atau kebutuhan penyimpanan makanan.
Soft selling tetap bisa memiliki CTA, misalnya “Cek pilihan ukurannya di katalog” atau “Chat kami untuk tanya varian yang tersedia.” Ajakan yang sederhana membantu audiens mengetahui langkah berikutnya.
Jika tujuan konten adalah edukasi, perhatikan simpan, bagikan, dan pertanyaan yang masuk. Jika tujuannya mengarahkan pembelian, cek klik katalog, percakapan yang relevan, dan pesanan. Jangan menilai keberhasilan hanya dari jumlah likes.
Komunikasi yang membantu perlu dilanjutkan dengan pelayanan yang jelas. Berikan informasi stok, waktu pemrosesan, dan pilihan pengiriman sebelum pelanggan menyelesaikan transaksi.
Ketika pesanan siap dikirim, gunakan aplikasi Paxel untuk memilih layanan pengiriman sesuai kebutuhan. Dengan fasilitas pickup, kamu bisa menyiapkan pesanan di lokasi sambil menunggu kurir menjemput paket. Cek area layanan serta estimasi pengiriman untuk tujuan pelangganmu di aplikasi.