Pelanggan sudah memilih produk, tetapi ketika hendak membayar ternyata barangnya habis. Situasi seperti ini bisa membuat pembeli menunda transaksi atau mencari pilihan di toko lain, terutama jika mereka membutuhkan barang dalam waktu dekat. Bagi seller, kehabisan stok juga dapat mengganggu proses operasional ketika informasi di katalog tidak sesuai dengan persediaan sebenarnya. Karena itu, memahami status stok dan cara menanganinya perlu menjadi bagian dari pengelolaan toko. Kalau kamu sering melihat istilah ini di marketplace, yuk, cari tahu arti out of stock dan langkah yang bisa dilakukan ketika mengalaminya.
Out of stock artinya produk sedang tidak tersedia dalam stok yang dapat dijual pada saat itu. Kondisi ini juga sering disebut stockout atau kehabisan stok. Status tersebut bisa berlaku untuk seluruh produk atau hanya varian tertentu. Misalnya, kemeja warna putih ukuran M habis, tetapi ukuran L masih tersedia. Karena itu, pencatatan stok sebaiknya dilakukan sampai tingkat varian agar informasi yang diterima pelanggan lebih akurat. Out of stock tidak otomatis berarti produk berhenti diproduksi. Barang bisa tersedia kembali setelah restock, tetapi waktunya bergantung pada kesiapan produksi atau pemasok.
Dalam praktik penjualan, istilah out of stock dan sold out kadang digunakan bergantian. Namun, ada perbedaan penekanan yang perlu dipahami:
• Out of stock menjelaskan kondisi barang yang sedang tidak tersedia, baik karena terjual, pasokan terlambat, maupun kendala pencatatan.
• Sold out biasanya menekankan bahwa persediaan yang ditawarkan sudah habis terjual, misalnya koleksi edisi terbatas.
• Pre-order adalah sistem pemesanan sebelum barang siap dikirim. Seller perlu menjelaskan jadwal kesiapan dan ketentuannya.
• Discontinued berarti produk dihentikan dan tidak lagi diproduksi atau dipasarkan oleh pihak terkait.
Jangan langsung mengubah produk yang kosong menjadi pre-order jika jadwal pasokannya belum jelas. Pelanggan perlu mengetahui kapan barang diperkirakan siap dan pilihan apa yang tersedia jika terjadi perubahan.
Konten yang ramai atau pesanan dalam jumlah besar dapat membuat stok habis lebih cepat. Untuk mengantisipasinya, perhatikan pola penjualan dan siapkan kapasitas tambahan sesuai kemampuan modal serta produksi.
Jika satu produk dijual melalui toko fisik, marketplace, dan chat, pencatatan yang terpisah berisiko membuat stok terlihat tersedia padahal sudah terjual di kanal lain.
Keterlambatan bahan baku, proses produksi, atau pengiriman dari pemasok dapat menunda restock. Catat waktu tunggu aktual dari pemesanan sampai barang siap dijual agar rencana pembelian lebih realistis.
Produk rusak, hilang, atau belum dicatat keluar dapat menyebabkan perbedaan antara stok sistem dan barang fisik. Pemeriksaan rutin membantu menemukan selisih sebelum ada pesanan yang tidak bisa dipenuhi.
Nonaktifkan pilihan varian yang kosong atau tampilkan status tidak tersedia. Jika produk sudah terlanjur dipesan, hubungi pelanggan segera dan jelaskan kondisi sebenarnya beserta pilihan penyelesaiannya.
Jika jadwalnya belum pasti, katakan bahwa kamu masih menunggu konfirmasi. Contoh pesan yang bisa digunakan: “Varian cokelat sedang kosong. Jadwal restock masih kami konfirmasi. Kalau berkenan, kami bisa mengabari saat tersedia kembali.”
Tanyakan apakah pelanggan bersedia mempertimbangkan ukuran, warna, atau produk lain. Jelaskan perbedaannya, termasuk perubahan harga. Penggantian pesanan hanya dilakukan setelah pelanggan menyetujuinya.
Dengan persetujuan pelanggan, catat kontak untuk pemberitahuan ketika produk kembali tersedia. Kirim pesan sesuai permintaan tersebut dan hindari menjanjikan prioritas stok jika belum ada mekanisme reservasi yang jelas.
Tentukan kapan kamu perlu memesan stok kembali. Sebagai ilustrasi sederhana, jika rata-rata penjualan 5 unit per hari dan pemasok membutuhkan 4 hari, kamu memerlukan 20 unit untuk memenuhi perkiraan penjualan selama menunggu pasokan. Jika ditambah stok pengaman 10 unit, batas pemesanan ulangnya menjadi 30 unit. Angka ini hanya contoh dengan asumsi permintaan dan waktu pasok relatif stabil. Sesuaikan dengan perubahan penjualan, kemampuan modal, serta masa simpan produk. Untuk makanan, menambah stok terlalu banyak juga berisiko meningkatkan produk kedaluwarsa. Perencanaan persediaan perlu mempertimbangkan kualitas dan kecepatan perputaran barang.
Ketika barang sudah siap, konfirmasikan pesanan pelanggan dan kirim sesuai jadwal yang disepakati. Bedakan waktu menunggu stok dengan estimasi perjalanan paket agar pelanggan mendapatkan informasi yang jelas. Kamu bisa membuat pengiriman lewat aplikasi Paxel dan memilih layanan sesuai rute serta kebutuhan paket. Manfaatkan pickup agar paket dijemput dari lokasi, lalu bagikan informasi pelacakan kepada pelanggan setelah pengiriman dibuat.