Konten seseorang menghabiskan seporsi mie pedas jumbo atau mencicipi puluhan jenis makanan dalam satu video masih berhasil menarik jutaan penonton hingga sekarang. Padahal, format seperti ini sudah muncul lebih dari 15 tahun lalu. Dari situlah banyak orang mulai mencari tahu mukbang adalah apa, bagaimana asal-usulnya, dan mengapa tren tersebut tetap bertahan di era media sosial.
Fenomena mukbang memang berkembang dari sekadar hiburan menjadi bagian dari budaya internet. Banyak kreator menjadikannya sebagai konten utama, sementara penonton menikmati pengalaman melihat makanan dari berbagai daerah bahkan berbagai negara.
Mukbang adalah konten yang menampilkan seseorang sedang makan sambil berbicara, memberikan ulasan makanan, atau berinteraksi dengan penonton melalui siaran langsung maupun video.
Istilah ini berasal dari Korea Selatan. Arti mukbang dalam bahasa Korea merupakan gabungan dari dua kata, yaitu 먹는 (meongneun atau mukneun) yang berarti "makan" dan 방송 (bangsong) yang berarti "siaran" atau "broadcast".
Kedua kata tersebut kemudian digabung menjadi 먹방 (meokbang atau mukbang), yang secara harfiah berarti "siaran makan" atau eating broadcast. Seiring berkembangnya media sosial, konsep mukbang ikut berubah. Banyak kreator menambahkan unsur ulasan makanan, tantangan makan, hingga eksplorasi kuliner agar videonya semakin menarik.
Saat ini, mukbang Korea menjadi salah satu jenis konten yang dikenal di berbagai negara, meski kreatornya sudah berasal dari banyak latar belakang.
Mukbang mulai dikenal sekitar tahun 2008–2009 melalui platform live streaming AfreecaTV di Korea Selatan. Pada masa itu, para kreator makan sambil mengobrol dengan penonton yang menyaksikan siaran secara langsung.
Salah satu nama yang banyak disebut sebagai pelopor adalah Tae-hyun (태현). Ia membuat program bertajuk Muck-Show atau Eating Show pada tahun 2008. Meski format acaranya sudah menyerupai mukbang modern, istilah "mukbang" sendiri saat itu belum digunakan secara luas.
Beberapa waktu kemudian, muncul Wang Ju atau Wang-Jew yang dianggap berjasa menjadikan acara makan sebagai salah satu genre utama di AfreecaTV. Kesuksesan kontennya membuat banyak Broadcast Jockey (BJ) lain mulai membuat siaran dengan konsep serupa.
Popularitas mukbang kemudian meningkat berkat Banzz pada awal 2010-an. Ia dikenal mampu menghabiskan makanan dalam porsi besar sambil mempertahankan bentuk tubuh yang atletis. Kehadirannya membuat mukbang semakin dikenal oleh masyarakat Korea Selatan.
Ketika YouTube berkembang sebagai platform video global, mukbang ikut menyebar ke berbagai negara. Salah satu nama yang identik dengan tren ini adalah Tzuyang. Dengan jutaan pelanggan di YouTube, ia menjadi salah satu kreator yang memperkenalkan mukbang kepada generasi baru penonton di seluruh dunia.
Mukbang tetap bertahan hingga sekarang karena mampu menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dibanding konten lainnya. Bagi sebagian orang, menonton seseorang menikmati makanan ternyata memberi hiburan tersendiri.
Ada beberapa alasan mengapa mukbang masih memiliki banyak penggemar.
Banyak orang makan sendirian di rumah atau tempat kerja. Menonton mukbang memberikan suasana seolah sedang menikmati makanan bersama orang lain.
Reaksi kreator saat mencoba makanan baru, tantangan menghabiskan porsi besar, dan interaksi yang santai membuat video terasa menghibur.
Suara makanan yang renyah, kuah yang diseruput, atau bunyi gigitan menjadi daya tarik bagi penonton yang menyukai konten ASMR.
Penonton ingin melihat apakah seseorang benar-benar mampu menghabiskan makanan dalam jumlah besar atau mencoba menu yang sedang viral.
Banyak kreator menggunakan mukbang untuk memperkenalkan makanan khas daerah, jajanan viral, hingga menu dari negara lain.
Video makanan memiliki visual yang menarik dan mampu membuat penonton bertahan lebih lama. Hal tersebut membantu konten mendapatkan jangkauan yang lebih luas di YouTube, TikTok, maupun platform lainnya.
Membuat konten mukbang tidak selalu harus menggunakan makanan dalam jumlah besar. Banyak kreator justru berhasil menarik perhatian karena mampu menghadirkan cerita, ulasan yang jujur, dan kualitas video yang nyaman ditonton.
Kalau ingin mencoba membuat konten mukbang, pilih makanan yang menarik secara visual, gunakan pencahayaan yang baik, rekam suara dengan jelas, dan pastikan penyajian makanan tetap terlihat menggugah selera. Kamu juga bisa mengangkat tema tertentu, seperti kuliner khas daerah, jajanan viral, atau makanan tradisional yang mulai jarang dikenal.
Jika ingin mencoba berbagai makanan dari kota lain untuk dijadikan konten, Paxel bisa menjadi solusi pengiriman yang cepat dan aman. Berbagai makanan, termasuk produk yang memerlukan penanganan khusus, dapat dikirim dengan layanan yang sesuai sehingga kualitasnya tetap terjaga.
Sebelum memesan atau mengirim makanan, kamu juga dapat memanfaatkan fitur cek biaya pengiriman dan cek resi agar proses pengiriman lebih mudah dipantau. Dengan begitu, membuat konten kuliner menjadi lebih praktis sambil memahami bahwa mukbang adalah salah satu tren digital yang terus berkembang hingga sekarang.