Sumber Gambar: Unsplash.com
Untuk operasional usaha warung sembako, kamu perlu modal tetap berupa rak pajang, etalase, timbangan digital, toples atau container, spanduk, serta kulkas jika ada anggaran. Semua ini akan mendukung tampilan warungmu dan melancarkan proses jual beli.
Selanjutnya, ada modal bergerak berupa stok inti seperti beras, gula, minyak, mie instan, kopi/teh sachet, deterjen, camilan, minuman botol, dan telur yang harus berputar cepat agar kas tidak macet.
Selain itu, kamu perlu dana untuk perlengkapan transaksi seperti plastik belanja, listrik, dan aplikasi kasir sederhana agar pencatatan rapi.
Pembagian jelas antara modal tetap dan bergerak membantu kamu mengatur prioritas belanja. Dengan demikian, kamu bisa fokus investasi pada komponen yang langsung mendukung penjualan harian dan jangan boros di pernak-pernik yang belum perlu.
Sebagai referensi, kamu bisa belajar dari rincian modal usaha warung sembako di sini. Perhatikan kisaran harga per item, karena harga barang bisa berbeda-beda bergantung pada lokasi dan situasi warungmu.
Modal Tetap (sekali beli, digunakan jangka panjang):
Modal Bergerak (stok awal & operasional rutin):
Total modal awal bisa mulai sekitar Rp4.650.000 (tanpa kulkas dan stok minimal) hingga Rp12.000.000 untuk skala lebih lengkap.
Sumber Gambar : Unsplash.com
Supaya kamu bisa membayangkan potensi usaha warung, mari hitung kisaran pendapatannya.
Dengan stok fast moving yang laris setiap hari dan margin rata-rata 10–15%, omzet harian warung sederhana biasanya berada di kisaran Rp500.000 sampai Rp1.000.000.
Jika dikalikan sebulan (30 hari), omzet kotor bisa mencapai sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta.
Setelah memperhitungkan biaya operasional seperti listrik, plastik belanja, dan susut barang, margin bersih rata-rata 10–15% sehingga laba bersih per bulan berada di kisaran Rp1,5 juta sampai Rp4,5 juta.
Angka ini bukan patokan mati, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi bila lokasimu strategis, stok lengkap, dan promosi dilakukan dengan tepat.
Cukup. Kamu bisa membuka warung sembako modal 5 juta untuk skala rumahan. Namun, kamu harus memperhatikan beberapa hal ini.
Dana ini harus kamu optimalkan untuk belanja rak sederhana, timbangan, toples, dan stok inti fast moving seperti beras, gula, minyak, mie instan, kopi/teh sachet, dan telur dalam jumlah terbatas.
Meski segalanya terbatas, modal kecil membuat risiko finansial lebih rendah sehingga kamu bisa belajar mengelola usaha dari skala yang sesuai kemampuan. Arus kas juga lebih terkontrol karena stok sedikit sehingga rotasi cepat.
Kendati demikian, pilihan stok yang terbatas mungkin menurunkan daya tarik warungmu di mata pelanggan mungkin menurun. Selanjutnya, margin untung bisa lebih tipis karena kamu membeli stok dalam volume kecil sehingga harga kulakan lebih tinggi.
Modal kecil bikin kamu perlu strategi ekstra seperti fokus ke produk paling laku, pelayanan ramah, dan pencatatan rapi untuk mengembangkan usaha.
Selain itu, kamu juga bisa menggunakan strategi marketing online. Coba saja pasarkan barang-barangmu secara online di media sosial. Dengan demikian, warungmu tidak akan bergantung pada warga lokal yang bertandang saja tetapi bisa menjangkau orang lain.
Tentu saja, strategi seperti ini bikin kamu harus mengirim barang ke kota atau daerah lain. Buat pengiriman yang aman, cepat dan terpercaya, kamu bisa pakai Paxel yang menyediakan layanan same day, nextday dan PaxelBig untuk pengiriman hingga 25kg. Pelanggan pasti puas karena barangmu bakal sampai di tangan secepat kilat. Ini bikin modal usaha sembako yang sudah kamu keluarkan nggak habis percuma dan tokomu bisa tumbuh terus tanpa drama.