Home / Berita & Promo / Cross Selling vs Up Selling: Strategi Jitu Tingkatkan Penjualan
Cross Selling vs Up Selling: Strategi Jitu Tingkatkan Penjualan

Cross Selling vs Up Selling: Strategi Jitu Tingkatkan Penjualan

Kenali strategi cross selling, bedanya dengan up selling, serta contoh dan cara menerapkannya agar penawaran produk pelengkap lebih relevan bagi pelanggan.

Cross Selling Adalah Strategi Menawarkan Produk Pelengkap, Ini Contohnya

Saat pelanggan membeli kopi bubuk dari tokomu, mereka mungkin juga membutuhkan kertas filter untuk menyeduhnya. Menawarkan produk pelengkap seperti ini bisa membantu pelanggan mendapatkan kebutuhan yang lebih lengkap dalam satu kali belanja. Dalam bisnis, pendekatan tersebut dikenal sebagai cross selling. Strategi ini dapat diterapkan di toko fisik, marketplace, website, maupun penjualan lewat chat. Kuncinya adalah memahami hubungan antara produk yang dibeli dan kebutuhan pelanggan. Lalu, bagaimana cara menerapkannya agar penawaran terasa membantu? Yuk, kenali pengertian, contoh, dan langkah-langkahnya berikut ini.

Apa Itu Cross Selling

Cross selling adalah strategi penjualan dengan menawarkan produk atau layanan tambahan yang melengkapi produk utama pilihan pelanggan. Produk tambahan tersebut memiliki fungsi yang relevan sehingga pelanggan punya alasan yang jelas untuk membelinya. Misalnya, pelanggan membeli sepatu lalu ditawari kaus kaki. Pelanggan tetap membeli sepatu pilihannya, sementara kaus kaki menjadi tambahan yang dapat digunakan bersama produk tersebut. Untuk seller, cross selling membuka peluang meningkatkan nilai transaksi. Namun, penawaran belum tentu menghasilkan keuntungan lebih besar jika harga paket, biaya kemasan, dan biaya operasionalnya tidak diperhitungkan. Karena itu, relevansi produk dan margin perlu diperiksa bersama.


Perbedaan Up Selling dan Cross Selling

Up selling dan cross selling sama-sama digunakan untuk mengembangkan penjualan, tetapi bentuk penawarannya berbeda.

• Up selling mengajak pelanggan memilih versi produk yang lebih tinggi, misalnya mengganti kopi ukuran 250 gram menjadi 500 gram.

• Cross selling menawarkan produk pelengkap, misalnya menambahkan kertas filter saat pelanggan membeli kopi 250 gram.

Cara mudah membedakannya adalah melihat apakah pelanggan mengganti pilihan utama atau menambah produk lain. Jika keduanya dilakukan sekaligus, pastikan total belanja tetap jelas dan pelanggan bebas menentukan pilihannya.


Contoh Cross Selling untuk Bisnis Online

1. Kopi Bubuk dan Kertas Filter

Saat menjual kopi, kamu bisa menawarkan kertas filter yang sesuai dengan alat seduh pelanggan. Tanyakan terlebih dahulu cara mereka menyeduh kopi agar rekomendasinya benar-benar berguna.

2. Pakaian dan Aksesori

Seller pakaian bisa merekomendasikan ikat pinggang atau aksesori yang cocok dengan produk pilihan pelanggan. Tampilkan contoh pemakaiannya supaya pelanggan lebih mudah membayangkan hasilnya.

3. Frozen Food dan Saus Pendamping

Jika kamu menjual dimsum beku, saus pendamping dapat menjadi pilihan tambahan. Jelaskan ukuran, komposisi, dan harganya. Pastikan juga kebutuhan penyimpanan serta pengemasannya sesuai dengan karakter masing-masing produk.

4. Hampers dan Kartu Ucapan Personal

Pelanggan yang memesan hampers untuk hadiah bisa ditawari kartu ucapan personal dengan biaya yang disampaikan sejak awal. Contoh cross selling ini berangkat dari tujuan pembelian, yaitu mengirim hadiah yang terasa lebih personal.


Cara Menerapkan Cross Selling di Tokomu

1. Mulai dari Produk yang Sering Dibeli Bersamaan

Cek riwayat pesanan untuk mencari pasangan produk yang memang dipilih pelanggan. Jika datanya belum banyak, coba satu pasangan terlebih dahulu dan catat respons pembeli. Hindari menawarkan barang yang tidak berkaitan hanya karena stoknya menumpuk.

2. Tawarkan Sedikit Pilihan yang Jelas

Cukup tampilkan satu atau dua produk pelengkap pada tahap awal. Terlalu banyak pilihan bisa membuat pelanggan kesulitan mengambil keputusan. Sertakan alasan singkat mengapa produk tersebut cocok dengan pesanan mereka.

3. Sampaikan Harga Tambahan Secara Terbuka

Contohnya, kamu bisa menulis, “Mau sekalian tambah saus pendamping Rp10.000 per botol?” Harga tersebut hanya ilustrasi, tetapi format pesannya menunjukkan biaya tambahan dengan jelas. Jangan menambahkan produk ke pesanan tanpa persetujuan pelanggan.

4. Pilih Waktu Penawaran yang Tepat

Kamu bisa menampilkan rekomendasi di halaman produk atau menawarkannya lewat chat sebelum pembayaran. Jika pesanan sudah dibayar dan diproses, hindari menghambat pengiriman hanya untuk menawarkan tambahan.

5. Evaluasi Nilai Transaksi dan Keuntungannya

Bandingkan rata-rata nilai pesanan, jumlah pembeli yang mengambil produk tambahan, dan margin setelah biaya terkait. Periksa juga apakah penawaran menambah pertanyaan atau memperlambat checkout. Gunakan hasilnya untuk memperbaiki pasangan produk dan cara komunikasinya.


Lengkapi Penawaran dengan Pengiriman yang Sesuai

Produk tambahan bisa mengubah berat, ukuran, atau kebutuhan pengemasan paket. Sebelum menawarkan bundling, pastikan seluruh barang dapat dikemas dengan aman dan biaya kirimnya sudah diperhitungkan.

Untuk mengirim pesanan pelanggan, kamu bisa membuat pengiriman melalui aplikasi Paxel dan menggunakan layanan pickup agar paket dijemput dari lokasi. Pilih Sameday atau Nextday sesuai kebutuhan, lalu cek jangkauan dan estimasi yang tersedia untuk rute pengirimanmu. Mulai dari satu rekomendasi produk yang relevan, lalu dukung pengalaman belanja pelanggan anda dengan proses pengiriman yang praktis.


Artikel Terkait:
Hard Selling vs Soft Selling: Mana yang Efektif di Era Marketing 7.0?
Hard Selling vs Soft Selling: Mana yang Efektif di Era Marketing 7.0?
Soft Selling Adalah Pendekatan Jualan yang Halus, Ini Cara dan Contohnya Pernah tertarik membeli produk setelah melihat video tips atau cerita di balik pembuatannya? Kamu mungkin awalnya hanya ingin mencari informasi, lalu merasa produk tersebut sesuai dengan kebutuhanmu. Pendekatan seperti ini sering digunakan dalam soft selling. Seller memberikan informasi yang berguna dan memperkenalkan produk secara bertahap, sehingga calon pembeli punya waktu untuk memahami manfaatnya. Untuk kamu yang ingin membuat konten jualan terasa lebih dekat dengan audiens, berikut penjelasan soft selling beserta contoh yang bisa dicoba. Baca Juga: 5 Ide Konten Untuk Instagram, Cocok Untuk Bisnis dan Kreator! Apa Itu Soft Selling Soft selling adalah pendekatan penjualan yang mengutamakan hubungan, pemahaman kebutuhan, dan penyampaian manfaat produk tanpa tekanan berlebihan untuk segera membeli. Caranya bisa melalui konten edukasi, cerita pengalaman, demonstrasi produk, atau percakapan yang membantu pelanggan menentukan pilihan. Produk tetap diperkenalkan, tetapi pembahasannya dikaitkan dengan situasi yang relevan bagi audiens. Misalnya, seller frozen food membuat video menyiapkan bekal ketika waktu memasak terbatas. Produk muncul sebagai salah satu bahan yang digunakan, disertai penjelasan cara menyiapkan dan menyimpannya. Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling Hard selling adalah pendekatan penjualan yang menyampaikan penawaran dan ajakan membeli secara langsung. Biasanya, pesan menonjolkan harga, periode promo, atau ketersediaan produk. Perbedaan soft selling dan hard selling dapat terlihat dari contoh berikut: • Soft selling: “Pagi sering terburu-buru? Coba siapkan bahan bekal dari malam supaya lebih praktis. Ini contoh menu yang bisa kamu buat.” • Hard selling: “Pesan paket bekal hari ini dan dapatkan potongan harga sesuai ketentuan promo.” Keduanya bisa dipakai sesuai tujuan komunikasi. Soft selling dapat digunakan saat audiens masih mencari informasi, sedangkan penawaran langsung membantu orang yang sudah siap membeli. Apa pun pendekatannya, informasi harga, stok, dan batas waktu harus sesuai kondisi sebenarnya. Contoh Soft Selling yang Bisa Dicoba Seller 1. Konten Tips yang Menjawab Masalah Pelanggan Jika kamu menjual tas kerja, buat konten tentang menata barang bawaan agar mudah ditemukan. Tunjukkan fungsi kompartemen tas ketika relevan, lalu beri pilihan bagi audiens untuk melihat detail produknya. Contoh kalimatnya: “Sering susah mencari kartu akses di dalam tas? Coba pisahkan barang kecil di satu kantong yang mudah dijangkau.” 2. Cerita di Balik Proses Produksi Untuk bisnis kue, kamu bisa membagikan proses memilih bahan, mengemas pesanan, atau menyiapkan produksi harian. Cerita yang konkret membantu audiens mengenal cara kerja tokomu. Hindari klaim seperti “paling sehat” atau “nomor satu” jika tidak memiliki dasar yang dapat dibuktikan. 3. Tutorial Menggunakan Produk Seller pakaian bisa membagikan cara memadukan satu kemeja untuk beberapa aktivitas. Konten ini menunjukkan kegunaan produk sekaligus memberi ide yang bisa dipraktikkan pembaca. 4. Pengalaman Pelanggan yang Dibagikan dengan Izin Ulasan pelanggan dapat membantu calon pembeli memahami penggunaan produk dalam kehidupan sehari-hari. Minta izin sebelum mengunggah ulang foto atau percakapan, dan samarkan informasi pribadi yang tidak perlu ditampilkan. Baca Juga: Cara Mempromosikan Produk dengan Efektif di Era Digital Cara Membuat Konten Soft Selling yang Tetap Terarah 1. Tentukan Satu Kebutuhan Audiens Pilih masalah yang spesifik, misalnya menyiapkan camilan untuk rapat atau mencari hadiah yang mudah dikirim. Satu kebutuhan yang jelas akan memudahkanmu memilih contoh dan manfaat produk yang perlu dibahas. 2. Berikan Informasi yang Bisa Langsung Dipakai Bagikan langkah praktis, perbandingan penggunaan, atau tips perawatan. Pastikan pembaca tetap memperoleh manfaat meskipun belum membeli produkmu. 3. Hubungkan Produk Secara Wajar Setelah membahas kebutuhan, jelaskan bagaimana produkmu bisa membantu. Sampaikan juga batasannya jika relevan, seperti kapasitas tas, ukuran pakaian, atau kebutuhan penyimpanan makanan. 4. Tutup dengan Ajakan yang Jelas Soft selling tetap bisa memiliki CTA, misalnya “Cek pilihan ukurannya di katalog” atau “Chat kami untuk tanya varian yang tersedia.” Ajakan yang sederhana membantu audiens mengetahui langkah berikutnya. 5. Ukur Respons Sesuai Tujuan Jika tujuan konten adalah edukasi, perhatikan simpan, bagikan, dan pertanyaan yang masuk. Jika tujuannya mengarahkan pembelian, cek klik katalog, percakapan yang relevan, dan pesanan. Jangan menilai keberhasilan hanya dari jumlah likes. Jaga Pengalaman Pelanggan Setelah Mereka Membeli Komunikasi yang membantu perlu dilanjutkan dengan pelayanan yang jelas. Berikan informasi stok, waktu pemrosesan, dan pilihan pengiriman sebelum pelanggan menyelesaikan transaksi. Baca Juga: Simak 5 Tips Bisnis Cara Memanjakan Pelanggan Bisnismu Ketika pesanan siap dikirim, gunakan aplikasi Paxel untuk memilih layanan pengiriman sesuai kebutuhan. Dengan fasilitas pickup, kamu bisa menyiapkan pesanan di lokasi sambil menunggu kurir menjemput paket. Cek area layanan serta estimasi pengiriman untuk tujuan pelangganmu di aplikasi.
22 Oct 2026
9 Rekomendasi Jajanan Orang Have Buat Self-Reward
9 Rekomendasi Jajanan Orang Have Buat Self-Reward
Ada banyak cara untuk memberikan reward ke diri sendiri yang sudah bertahan hidup dan bekerja keras. Baru-baru ini, muncul tren di mana orang banyak menjajal “jajanan orang have” sebagai self reward. Meski harganya ratusan ribu hingga jutaan, kamu harus mencoba rekomendasi jajanan orang have ini setidaknya sekali dalam hidup. 1. Matcha Drinks dari Hatoya Indonesia Suka matcha yang autentik? Yuk, cobain segelas racikan matcha di gerai Hatoya Lippo Mall Puri. Mereka menggunakan bubuk matcha kualitas tertinggi yang didatangkan langsung dari perkebunan Jepang, loh. Makanya, minuman dibanderol dengan harga yang cukup fantastis yaitu Rp360.000. Minuman ini diracik bersama mochi kenyal dan sesendok es krim matcha lembut. Jadi, cita rasanya cenderung earthy, pekat, dan lebih seimbang karena tidak tertutup oleh manisnya gula tambahan. 2. Salmon Roll dari Filadelfia Sushi Filadelfia Sushi adalah gerai sushi yang awalnya dibuka di Bali tetapi kemudian memikat lidah penikmat kuliner ibu kota. Yang bikin mereka tenar adalah sajian sushinya bervolume tebal yang menonjolkan kesegaran daging ikan. Kalau kamu mau makan sushi di sini, cobain aja Philly Salmon Roll. Menu ini dibuat dari potongan salmon yang tebal diisi dengan cream cheese lumer. Dikemas eksklusif dalam kotak kayu estetik, makanan yang sedang hype ini punya kisaran harga antara Rp249.000 hingga paket pesta seharga Rp2,1 jutaan. 3. Chocolate Bar dari Läderach Chocolatier Chocolatier terkemuka asal Swiss ini menghadirkan frisch schoggi alias lempengan cokelat segar yang dipotong manual sesuai pesanan. Isian variasinya cukup bergam. Kamu bisa memilih cokelat dengan kacang panggang renyah, buah kering, dan olahan kunafa Dubai. Di tempat ini, kamu bisa menikmati cokelat seharga Rp340.000 hingga Rp3 jutaan. Selain itu, gerai Läderach di Senayan City juga menyajikan secangkir Hot Chocolate seharga Rp150.000. Baca Juga: Jualan Apa yang Laris Sekarang? Ini 7 Produk Terpopuler di Indonesia 4. Strawberry Dubai Cup dari Don Bakeshop Don Bakeshop punya menu Strawberry Dubai Cup seharga Rp109.000 yang sangat digemari oleh orang-orang have. Pasalnya, menu ini dibuat dari buah stroberi varietas Hyoshii segar yang langsung dipetik dari perkebunan Bandung. Kesegaran buah yang disiram lelehan cokelat Callebaut dan ditaburi kunafa chewy cookie bakal bikin kamu ketagihan, deh. Selain jajanan paling laris berbasis strawberry itu, kamu juga bisa beli Dubai Chewy Cookie satuan seharga Rp65.000 di gerai Lippo Mall Puri maupun Summarecon Mall Serpong. 5. Kopi dari Seluruh Dunia di Bacha Coffee Kamu belum have kalau kamu belum nyobain rasanya menikmati secangkir kopi di Bacha Coffee. Kafe mewah yang berlokasi di Plaza Senayan dan Plaza Indonesia ini mengoleksi ratusan varietas biji Arabika murni dari berbagai belahan dunia, loh. Setiap cangkir kopi disajikan dalam teko berlapis warna emas bersama krim chantilly lembut dan aneka croissant bertekstur mentega gurih. Variasi menunya ditawarkan mulai Rp90.000 hingga mencapai Rp1,9 jutaan untuk biji kopi langka. 6. Roti Italia dari Bread Culture Roti pipih tradisional khas Italia disulap menjadi camilan berkelas oleh Bread Culture di Ashta District 8 dan Permata Buana. Kreasi Focaccia berdimensi 24x24 cm seharga Rp175.000 ini sering kali habis terjual lewat sistem pre order. Roti berpori empuk dengan kulit luar renyah ini dipanggang bersama minyak zaitun melimpah, daun rosemary harum, tomat ceri, dan buah zaitun hitam yang memberikan sensasi gurih aromatik. Baca Juga: Kerak Telor, Jajanan Autentik Jakarta yang Seru di Lidah 7. Roti Sourdough dari Daring Deli Terletak di kawasan Dharmawangsa, Daring Deli menghadirkan sajian deli artisanal berbasis roti sourdough beragi alami. Jadi, kamu bisa menikmati roti yang renyah dan crunchy dengan berbagai isian daging yang nggak begah di perut. Kisaran harga roti ini adalah Rp100.000-an per porsi. Kamu bisa menjadikan roti lapis ini sebagai alternatif makan siang mewah yang lebih ramah bagi sistem pencernaan. 8. Aneka Roti dan Pastri dari Pand’Or Pand’Or adalah ikon kuliner legendaris di kawasan Jakarta Selatan. Restoran ini menghadirkan menu aneka croissant flaky, roti sourdough, hingga pastry mentega yang bikin orang nggak segan untuk berlangganan. Kamu bisa beli roti dengan harga mulai dari Rp24.000 sampai Rp500.000-an. tempat ini tetap menjadi langganan sarapan kalangan elite. Karena sudah buka sejak jam 7 pagi, Pand’Or memang pas jadi jujugan untuk sarapan bareng orang-orang have. 9. Gelato dari Venchi Gelato adalah cemilan kekinian yang sedang hits di Jakarta. Tempat terbaik untuk menjajal menu ini adalah Venchi yang sudah Berdiri sejak 1878 di Turin, Italia. Venchi menyajikan gelato lembut dengan rasa manis alami yang tidak berlebihan. Setiap porsinya dibuat tanpa bahan pengawet, dengan hazelnut Piedmont serta kakao murni. Pengen nyobain? Siapkan budget sekitar Rp100.000 hingga Rp1,1 jutaan untuk membawa pulang cokelatnya. Bukan hanya orang Jakarta donk yang bisa mencicipi berbagai rekomendasi jajanan orang have! Kamu juga bisa mengirimnya ke keluarga yang tinggal di luar kota dengan Paxel yang aman dan cepat. Kamu bisa cek ongkir langsung dari aplikasi sebelum mengirim jajanan-jajanan ini ke rumah keluarga. Yuk, kirim jajanan dengan Paxel! Baca Juga: Serba-serbi Usaha Angkringan: Konsep, Menu dan Perhitungan Usaha
24 Sep 2026
Shipping Artinya, Fungsinya, Jenis-jenisnya, dan Prosesnya
Shipping Artinya, Fungsinya, Jenis-jenisnya, dan Prosesnya
Shipping artinya kegiatan yang menghubungkan sebuah bisnis dengan pelanggan, penjual dan konsumen, serta pengirim dan penerima barang. Meskipun kata “ship” artinya kapal, ternyata shipping tidak harus dilakukan oleh kapal. Mari kita bahas bersama! Apa itu Shipping? Shipping adalah proses pengiriman barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Biasanya, proses pengiriman ini bisa dilakukan via darat, laut, dan udara tergantung dari jarak antara pengirim dan penerima barang. Saat kamu beli barang dari marketplace atau ecommerce, seller akan mengirimkan barangnya padamu segera setelah kamu melakukan checkout. Proses inilah yang disebut dengan shipping. Dalam bahasa Inggris, “ship” berarti kapal. Sedangkan, pengiriman barang (terutama yang melibatkan kapal) kemudian disebut dengan istilah “shipping.” Namun, dengan semakin modernnya dunia logistik istilah ini bergeser juga. Collins Dictionary menyebutkan bahwa salah satu pengertian shipping adalah “the process or act of sending goods to a customer.” Kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, shipping artinya proses pengiriman barang ke pembeli. Jadi, kini terlepas apapun modanya, baik pakai kapal maupun tidak, shipping dapat diartikan sebagai pengiriman barang. Baca Juga: Logistik Adalah: Definisi, Cara Kerja, dan Peluang ke Depannya Apa Saja Fungsi Shipping? Shipping dalam pengiriman merupakan proses yang menghubungkan penjual dan pembeli. Oleh karena itu, proses shipping punya peran penting dalam rangkaian rantai pasokan barang. Ini beberapa fungsi shipping dalam logistik: 1. Pengiriman barang yang cepat dan aman berperan untuk meningkatkan dan menjaga kepuasan pelanggan. 2. Shipping yang efektif dapat mengurangi biaya dan waktu transit barang yang akhirnya akan berdampak pada operasional usaha/bisnis. 3. Shipping memungkinkan sebuah bisnis lokal untuk menjual barangnya secara nasional maupun global. 4. Pengiriman barang yang efektif memastikan bisnis/usaha selalu punya stok barang dari rantai pasokan. 5. Sistem shipping yang baik biasanya menyediakan tracking yang membuat segala pihak yang terlibat bisa melihat posisi barang. Baca Juga: Pengiriman Paket Terdekat: Solusi Mudah untuk Kiriman Kamu Apa Jenis-Jenis Shipping? Dalam industri logistik dan e-commerce, metode shipping dibedakan berdasarkan kecepatan, armada, jangkauan wilayah, dan skema tarifnya: 1. Pengiriman Darat (Ground Shipping) Pengiriman darat mengandalkan armada truk, mobil box, atau kereta api. Metode ini adalah opsi paling umum dan ekonomis untuk pengiriman domestik antar-kota maupun antar-daerah yang masih terhubung jalur darat. Meskipun durasinya lebih lama dibanding jalur udara, ground shipping menawarkan biaya yang terjangkau dengan kapasitas angkut yang cukup untuk paket reguler atau barang berukuran besar. 2. Pengiriman di Hari yang Sama (Same-Day Shipping) Layanan ini menjamin paket tiba di tangan pembeli pada hari yang sama saat pesanan dibuat, asalkan transaksi dilakukan sebelum batas waktu tertentu (cut-off time). Paxel punya layanan Sameday Delivery yang melayani kebutuhan pengiriman cepat yang pasti aman sampai ke pelanggan di hari yang sama. 3. Pengiriman Internasional (International Shipping) Pengiriman lintas negara biasanya akan melibatkan armada kargo udara atau laut. Skema ini membutuhkan penanganan dokumen khusus, proses kepabeanan (customs clearance), serta kepatuhan pada regulasi bea cukai dan pajak impor di negara tujuan. Opsi ini membuka pintu bagi bisnis lokal untuk mengekspansi pasar ke kancah global. 4. Pengiriman Kargo / Muatan Besar (Freight Shipping) Kamu bisa menggunakan pengiriman kargo untuk pengiriman barang yang berbobot berat sehingga tidak bisa dikirim lewat kurir ritel biasa. Pengiriman kargo umumnya dihitung per palet atau kontainer via truk kontainer, kapal kargo, maupun pesawat kargo. 5. Pengiriman Esok Hari (Overnight / Next-Day Shipping) Pengiriman esok hari adalah layanan ekspres yang menjamin barang sampai di tujuan pada hari kerja berikutnya. Paxel punya layanan Nextday Delivery yang bisa kamu gunakan untuk memastikan kirimanmu langsung sampai sehari setelah dikirim. 6. Pengiriman Lokal / Instan (Local Delivery) Pengiriman khusus untuk area sekitar dalam radius kota atau wilayah tertentu biasanya langsung dikelola oleh toko dengan memanfaatkan kurir toko maupun layanan ojek online. Layanan ini bikin pengiriman paket di area lokal jadi sangat cepat sehingga ideal bagi toko lokal. Bagaimana Alur dan Proses Shipping? Agar barang bisa sampai dari gudang penjual ke alamat pembeli dengan aman dan tepat waktu, ada serangkaian alur kerja operasional yang harus dilewati: 1. Pemrosesan Pesanan: Sistem toko menerima notifikasi checkout dan memastikan pembayaran telah terverifikasi sebelum pesanan diteruskan ke bagian operasional/gudang. 2. Pengemasan: Petugas mengambil barang dari rak penyimpanan sesuai rincian nota, memeriksa kualitas produk, lalu mengemasnya dengan pelindung yang memadai (kardus, bubble wrap, atau segel keamanan). 3. Dokumentasi: Label pengiriman dicetak dan ditempelkan pada paket. Label ini memuat alamat tujuan, data kontak, barcode, dan nomor resi pengiriman untuk memudahkan identifikasi. 4. Serah Terima ke Ekspedisi (Carrier Handoff): Paket diserahkan ke pihak kurir, baik melalui penjemputan armada (pick-up) ke lokasi penjual maupun diantar langsung (drop-off) ke gerai ekspedisi terdekat. 5. Transit: Paket berpindah melalui hub atau pusat sortir menuju kota tujuan. Di tahap ini, nomor resi sudah dapat digunakan oleh penjual dan pembeli untuk melacak status shipping secara berkala. 6. Pengantaran (Delivery): Kurir lokal membawa paket langsung ke alamat penerima atau titik penjemputan yang telah ditentukan. Setelah paket diterima dan tanda terima dikonfirmasi, proses shipping dinyatakan selesai. Setiap tahapan yang dilakukan secara efektif dalam alur shipping artinya optimasi bagi biaya, durasi perjalanan, serta kepuasan pengalaman berbelanja pelanggan. Makanya, kamu tidak boleh main-main memilih jasa shipping. Pilih saja Paxel yang pasti aman, pasti cepat, dan pasti memudahkanmu cek ongkir maupun melacak paket dari satu aplikasi saja. Baca Juga: 5 Keuntungan Menggunakan Jasa Kurir Paxel
24 Sep 2026
Paxel Buka