Sejak berdirinya Getuk Marem Magelang sampai sekarang, dijalankan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi dengan resep masih sama seperti awal berdiri.
Siapa yang tidak kenal dengan kuliner iconic Magelang, Getuk Marem? Makanan tradisional yang dikemas dengan modern ini merupakan oleh-oleh khas Magelang yang berdiri sejak tahun 1986. Sejak berdirinya Getuk Marem Magelang sampai sekarang, rupanya dijalankan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi dengan resep masih sama seperti awal berdiri. Di momen Hari Kartini ini, Ibu Hartini selaku owner Getuk Marem Magelang sudah berjuang dengan baik dalam memajukan ekonomi Indonesia melalui bisnis kulinernya.
Kesetiaan owner Getuk Marem dalam mempertahankan resep dianggap sebagai cara menghadapi tantangan dan persaingan bisnis. Di samping itu, owner juga setia dengan prosesnya. Entah produknya laku, atau tidak, Bu Har (sapaan akrabnya) tetap setia mempertahankan kualitas produk.
Namun tak menutup kemungkinan bahwa dirinya tetap mencoba untuk terus melakukan produksi dan mengenalkan produk Getuk Marem. Proses pengenalan produk Marem sejak awal berdiri ini memakan waktu 1,5 tahun, dan setiap harinya Bu Har selalu memproduksi getuk marem meski sedikit.
1. Sejarah Berdirinya Getuk Marem Magelang
Getuk marem lahir dari generasi pertama (orang tua Ibu Hartini) yang berjualan di pasar. Orang tuanya merupakan pembuatan getuk yang masih menggunakan proses tradisional, yakni dengan cara ditumbuk. Bahkan bentuknya masih menyerupai getuk lindri dengan menggunakan pengemasan besek. Meski berupa kuliner tradisional, getuk marem buatan orang tua Bu Har ini sangat terkenal, sampai Kakak dari Bu Har sering dipanggil “Mbak Getuk” oleh para pelanggannya.
Seiring berjalannya waktu, usaha getuk ini diteruskan oleh generasi kedua yaitu Ibu Hartini dan suami di tahun 1986 berdirinya. Dari sinilah awal mula Getuk Marem berdiri. Saat ini, kuliner Getuk Marem Magelang dikelola oleh anak dari Bu Har, yakni Doroteus Angga.
“Awal produksi dari generasi pertama masih di Jambon, Magelang, sampai ke generasi kedua. Lalu pindah di alamat sekarang, di Tidar, Magelang, dan di lokasi ini menjadi satu tempat produksi dan outlet,” ungkap Angga.

2. Asal Usul Nama Getuk Marem dari Magelang
Angga menjelaskan, “nama Marem berasal dari Bahasa jawa memiliki arti Mantep, dengan harapan produk Getuk Marem ini ketika dimakan oleh konsumen, konsumen merasa mantep dari rasa, kualitas dan harganya.”
“Sementara, yang membedakan getuk dari generasi pertama dengan Getuk Marem Bu Hartini ini adalah prosesnya sudah modernisasi dan sudah mengikuti permintaan pasar dengan menambahkan rasa di setiap variannya. Total ada 4 lapisan getuk, yang pertama vanilla, raspberry, coklat, dan original,” ucap Angga.
3. Ciri Khas dari Getuk Marem Bu Hartini
Apa sih yang membuat Getuk Marem memiliki nilai di pasaran? Satu hal yang membuat Getuk Marem memiliki nilai di pasaran karena berasa dari ciri khasnya. Di antaranya adalah rasa manis yang tidak terlalu berlebihan, tekstur getuk bisa bertahan selama 3 hari karena bahan yang digunakan bagus sehingga menghasilkan produk yang bagus.
Untuk mempertahankan ciri khas Getuk Marem agar bisa dirasakan oleh pelanggannya baik dari dalam maupun luar kota adalah dengan memperhatikan pengemasannya.
“Tips cara packing dari Getuk Marem yang pertama sesuaikan ukuran paket dengan kardus untuk menghindari sisa ruang supaya paket tidak terguncang isinya. Paket getuk di vakum untuk menjaga kualitas dan tekstur getuknya. Yang terakhir dari getuk marem adalah memberikan gift card ucapan terima kasih ke konsumen. Dengan hal ini, kami menginginkan pengalaman konsumen terhadap Getuk Marem semakin dekat, bukan hanya sekedar penjual dan pembeli,” jelas Angga.

4. Lokasi Hanya di Satu Tempat Memudahkan Owner Mempertahankan Kualitas
Lokasi pusat produksi Getuk Marem saat ini tidak membuka cabang. Tetapi untuk produknya sudah tersebar di semua toko oleh-oleh di Magelang dan sudah tersebar di luar kota. Dengan lokasi produksi yang terpusat hanya di satu tempat mempermudah owner untuk mengawasi kualitas pembuatan getuk khas Magelang yang satu ini.
Pertama, dengan mempertahankan kualitas bahan baku. “Bahannya memang kita menggunakan ketela yang khusus, karena jenis ketela untuk bahan getuk harus bertekstur empuk,” kata Angga.
Kedua, quality control merupakan cara untuk mempertahankan ciri khas dan rasa. Di sini owner ikut andil dalam quality control produk getuk mulai dari penggilingan sampai dengan pengepakan.
Angga mengaku, produk Getuk Marem Magelang masih mempertahankan rasa orisinal karena untuk mempertahankan ciri khas. Bahkan saat ini produk dari Marem melakukan inovasi baru dengan mengeluarkan produk bakpia Marem.

5. Tetap Berproduksi Meski Pandemi
Pandemi tak lantas membuat Getuk Marem berhenti berproduksi. Saat pandemi, dalam sehari hanya melakukan 9 gilingan (1x gilingan sebanyak 30 kg ketela menghasilkan 30 box getuk marem), sementara di hari normal 20 – 30 gilingan.
“Setiap hari kami melakukan gilingan karena produk kami fresh setiap hari. Kami juga melakukan kebijakan ke distributor dan sales kami. Misal ada produk yang sudah lama mending dikembalikan karena menghindari pemilik toko oleh-oleh mengganti tanggal produksi, yang nantinya berdampak pada penurunan kualitas karena tekstur getuknya sudah tidak fresh dan rasa sudah berubah. Kalau ini terjadi, malah yang kena nama brandnya bukan tempat jualnya. Jadi kami memberlakukan aturan mending dikembalikan produknya jika sudah lama,” ungkap Angga.

6. Tips Memasarkan Produk Paling Efektif
Saat ditanya, gimana cara mempromosikan produk getuk marem, Angga menjawab, “kami menggunakan media social dan media lain. Tetapi strategi yang paling efektif adalah yang dari dulu digunakan generasi pertama, yakni rekomendasi dari orang lain atau WOM. Dengan strategi tersebut cost pemasaran memang murah tetapi orang akan lebih tahu bagaimana kualitas yang sebenarnya akan produk tersebut.”
“Adanya Paxel sangat membantu kami (pengusaha daerah) untuk mengembangkan usaha. Karena pengiriman cepat jadi kualitas produk terjamin. Selain itu juga ada layanan pickup dan pengantaran. Jadi konsumen ga ribet nganter, soalnya kan kita juga produksi jadi ga bisa meninggalkan lokasi produksi, jadi terbantu banget,” imbuh Angga.
“Mungkin ke depannya bisa membuka coverage area di Kalimantan karena kami memiliki harapan semua orang Indonesia merasakan warisan makanan asli dari Magelang,” harapnya.

7. Dikunjungi oleh Pak Sandiaga Uno menjadi Pengalaman Berkesan
Getuk Marem masuk ke dalam daftar kuliner Magelang yang dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Menurut Angga, hal ini menjadi pengalaman yang berkesan selama keberjalanan usaha kuliner Getuk Marem Magelang.
“Pengalaman paling berkesan dalam menjalankan usaha ini salah satunya beberapa bulan lalu Pak Sandiaga Uno melakukan kunjungan ke outlet getuk marem dan melakukan liputan langsung,” tutur Angga.
Itu dia kisah pejuang online Getuk Marem Magelang yang dapat Kamu jadikan inspirasi untuk mengembangkan sebuah bisnis. Nantikan kisah-kisah hebat lainnya dari serial #PejuangOnlinePaxel yang dapat Kamu simak di website Paxel.co!
Artikel Terkait:
9 Rekomendasi Jajanan Orang Have Buat Self-Reward
Ada banyak cara untuk memberikan reward ke diri sendiri yang sudah bertahan hidup dan bekerja keras. Baru-baru ini, muncul tren di mana orang banyak menjajal “jajanan orang have” sebagai self reward. Meski harganya ratusan ribu hingga jutaan, kamu harus mencoba rekomendasi jajanan orang have ini setidaknya sekali dalam hidup.
1. Matcha Drinks dari Hatoya Indonesia
Suka matcha yang autentik? Yuk, cobain segelas racikan matcha di gerai Hatoya Lippo Mall Puri. Mereka menggunakan bubuk matcha kualitas tertinggi yang didatangkan langsung dari perkebunan Jepang, loh. Makanya, minuman dibanderol dengan harga yang cukup fantastis yaitu Rp360.000.
Minuman ini diracik bersama mochi kenyal dan sesendok es krim matcha lembut. Jadi, cita rasanya cenderung earthy, pekat, dan lebih seimbang karena tidak tertutup oleh manisnya gula tambahan.
2. Salmon Roll dari Filadelfia Sushi
Filadelfia Sushi adalah gerai sushi yang awalnya dibuka di Bali tetapi kemudian memikat lidah penikmat kuliner ibu kota. Yang bikin mereka tenar adalah sajian sushinya bervolume tebal yang menonjolkan kesegaran daging ikan.
Kalau kamu mau makan sushi di sini, cobain aja Philly Salmon Roll. Menu ini dibuat dari potongan salmon yang tebal diisi dengan cream cheese lumer. Dikemas eksklusif dalam kotak kayu estetik, makanan yang sedang hype ini punya kisaran harga antara Rp249.000 hingga paket pesta seharga Rp2,1 jutaan.
3. Chocolate Bar dari Läderach Chocolatier
Chocolatier terkemuka asal Swiss ini menghadirkan frisch schoggi alias lempengan cokelat segar yang dipotong manual sesuai pesanan. Isian variasinya cukup bergam. Kamu bisa memilih cokelat dengan kacang panggang renyah, buah kering, dan olahan kunafa Dubai.
Di tempat ini, kamu bisa menikmati cokelat seharga Rp340.000 hingga Rp3 jutaan. Selain itu, gerai Läderach di Senayan City juga menyajikan secangkir Hot Chocolate seharga Rp150.000.
Baca Juga: Jualan Apa yang Laris Sekarang? Ini 7 Produk Terpopuler di Indonesia
4. Strawberry Dubai Cup dari Don Bakeshop
Don Bakeshop punya menu Strawberry Dubai Cup seharga Rp109.000 yang sangat digemari oleh orang-orang have. Pasalnya, menu ini dibuat dari buah stroberi varietas Hyoshii segar yang langsung dipetik dari perkebunan Bandung.
Kesegaran buah yang disiram lelehan cokelat Callebaut dan ditaburi kunafa chewy cookie bakal bikin kamu ketagihan, deh. Selain jajanan paling laris berbasis strawberry itu, kamu juga bisa beli Dubai Chewy Cookie satuan seharga Rp65.000 di gerai Lippo Mall Puri maupun Summarecon Mall Serpong.
5. Kopi dari Seluruh Dunia di Bacha Coffee
Kamu belum have kalau kamu belum nyobain rasanya menikmati secangkir kopi di Bacha Coffee. Kafe mewah yang berlokasi di Plaza Senayan dan Plaza Indonesia ini mengoleksi ratusan varietas biji Arabika murni dari berbagai belahan dunia, loh.
Setiap cangkir kopi disajikan dalam teko berlapis warna emas bersama krim chantilly lembut dan aneka croissant bertekstur mentega gurih. Variasi menunya ditawarkan mulai Rp90.000 hingga mencapai Rp1,9 jutaan untuk biji kopi langka.
6. Roti Italia dari Bread Culture
Roti pipih tradisional khas Italia disulap menjadi camilan berkelas oleh Bread Culture di Ashta District 8 dan Permata Buana. Kreasi Focaccia berdimensi 24x24 cm seharga Rp175.000 ini sering kali habis terjual lewat sistem pre order.
Roti berpori empuk dengan kulit luar renyah ini dipanggang bersama minyak zaitun melimpah, daun rosemary harum, tomat ceri, dan buah zaitun hitam yang memberikan sensasi gurih aromatik.
Baca Juga: Kerak Telor, Jajanan Autentik Jakarta yang Seru di Lidah
7. Roti Sourdough dari Daring Deli
Terletak di kawasan Dharmawangsa, Daring Deli menghadirkan sajian deli artisanal berbasis roti sourdough beragi alami. Jadi, kamu bisa menikmati roti yang renyah dan crunchy dengan berbagai isian daging yang nggak begah di perut.
Kisaran harga roti ini adalah Rp100.000-an per porsi. Kamu bisa menjadikan roti lapis ini sebagai alternatif makan siang mewah yang lebih ramah bagi sistem pencernaan.
8. Aneka Roti dan Pastri dari Pand’Or
Pand’Or adalah ikon kuliner legendaris di kawasan Jakarta Selatan. Restoran ini menghadirkan menu aneka croissant flaky, roti sourdough, hingga pastry mentega yang bikin orang nggak segan untuk berlangganan.
Kamu bisa beli roti dengan harga mulai dari Rp24.000 sampai Rp500.000-an. tempat ini tetap menjadi langganan sarapan kalangan elite. Karena sudah buka sejak jam 7 pagi, Pand’Or memang pas jadi jujugan untuk sarapan bareng orang-orang have.
9. Gelato dari Venchi
Gelato adalah cemilan kekinian yang sedang hits di Jakarta. Tempat terbaik untuk menjajal menu ini adalah Venchi yang sudah Berdiri sejak 1878 di Turin, Italia.
Venchi menyajikan gelato lembut dengan rasa manis alami yang tidak berlebihan. Setiap porsinya dibuat tanpa bahan pengawet, dengan hazelnut Piedmont serta kakao murni. Pengen nyobain? Siapkan budget sekitar Rp100.000 hingga Rp1,1 jutaan untuk membawa pulang cokelatnya.
Bukan hanya orang Jakarta donk yang bisa mencicipi berbagai rekomendasi jajanan orang have! Kamu juga bisa mengirimnya ke keluarga yang tinggal di luar kota dengan Paxel yang aman dan cepat. Kamu bisa cek ongkir langsung dari aplikasi sebelum mengirim jajanan-jajanan ini ke rumah keluarga. Yuk, kirim jajanan dengan Paxel!
Baca Juga: Serba-serbi Usaha Angkringan: Konsep, Menu dan Perhitungan Usaha
Shipping Artinya, Fungsinya, Jenis-jenisnya, dan Prosesnya
Shipping artinya kegiatan yang menghubungkan sebuah bisnis dengan pelanggan, penjual dan konsumen, serta pengirim dan penerima barang. Meskipun kata “ship” artinya kapal, ternyata shipping tidak harus dilakukan oleh kapal. Mari kita bahas bersama!
Apa itu Shipping?
Shipping adalah proses pengiriman barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Biasanya, proses pengiriman ini bisa dilakukan via darat, laut, dan udara tergantung dari jarak antara pengirim dan penerima barang.
Saat kamu beli barang dari marketplace atau ecommerce, seller akan mengirimkan barangnya padamu segera setelah kamu melakukan checkout. Proses inilah yang disebut dengan shipping.
Dalam bahasa Inggris, “ship” berarti kapal. Sedangkan, pengiriman barang (terutama yang melibatkan kapal) kemudian disebut dengan istilah “shipping.” Namun, dengan semakin modernnya dunia logistik istilah ini bergeser juga.
Collins Dictionary menyebutkan bahwa salah satu pengertian shipping adalah “the process or act of sending goods to a customer.” Kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, shipping artinya proses pengiriman barang ke pembeli. Jadi, kini terlepas apapun modanya, baik pakai kapal maupun tidak, shipping dapat diartikan sebagai pengiriman barang.
Baca Juga: Logistik Adalah: Definisi, Cara Kerja, dan Peluang ke Depannya
Apa Saja Fungsi Shipping?
Shipping dalam pengiriman merupakan proses yang menghubungkan penjual dan pembeli. Oleh karena itu, proses shipping punya peran penting dalam rangkaian rantai pasokan barang. Ini beberapa fungsi shipping dalam logistik:
1. Pengiriman barang yang cepat dan aman berperan untuk meningkatkan dan menjaga kepuasan pelanggan.
2. Shipping yang efektif dapat mengurangi biaya dan waktu transit barang yang akhirnya akan berdampak pada operasional usaha/bisnis.
3. Shipping memungkinkan sebuah bisnis lokal untuk menjual barangnya secara nasional maupun global.
4. Pengiriman barang yang efektif memastikan bisnis/usaha selalu punya stok barang dari rantai pasokan.
5. Sistem shipping yang baik biasanya menyediakan tracking yang membuat segala pihak yang terlibat bisa melihat posisi barang.
Baca Juga: Pengiriman Paket Terdekat: Solusi Mudah untuk Kiriman Kamu
Apa Jenis-Jenis Shipping?
Dalam industri logistik dan e-commerce, metode shipping dibedakan berdasarkan kecepatan, armada, jangkauan wilayah, dan skema tarifnya:
1. Pengiriman Darat (Ground Shipping)
Pengiriman darat mengandalkan armada truk, mobil box, atau kereta api. Metode ini adalah opsi paling umum dan ekonomis untuk pengiriman domestik antar-kota maupun antar-daerah yang masih terhubung jalur darat. Meskipun durasinya lebih lama dibanding jalur udara, ground shipping menawarkan biaya yang terjangkau dengan kapasitas angkut yang cukup untuk paket reguler atau barang berukuran besar.
2. Pengiriman di Hari yang Sama (Same-Day Shipping)
Layanan ini menjamin paket tiba di tangan pembeli pada hari yang sama saat pesanan dibuat, asalkan transaksi dilakukan sebelum batas waktu tertentu (cut-off time). Paxel punya layanan Sameday Delivery yang melayani kebutuhan pengiriman cepat yang pasti aman sampai ke pelanggan di hari yang sama.
3. Pengiriman Internasional (International Shipping)
Pengiriman lintas negara biasanya akan melibatkan armada kargo udara atau laut. Skema ini membutuhkan penanganan dokumen khusus, proses kepabeanan (customs clearance), serta kepatuhan pada regulasi bea cukai dan pajak impor di negara tujuan. Opsi ini membuka pintu bagi bisnis lokal untuk mengekspansi pasar ke kancah global.
4. Pengiriman Kargo / Muatan Besar (Freight Shipping)
Kamu bisa menggunakan pengiriman kargo untuk pengiriman barang yang berbobot berat sehingga tidak bisa dikirim lewat kurir ritel biasa. Pengiriman kargo umumnya dihitung per palet atau kontainer via truk kontainer, kapal kargo, maupun pesawat kargo.
5. Pengiriman Esok Hari (Overnight / Next-Day Shipping)
Pengiriman esok hari adalah layanan ekspres yang menjamin barang sampai di tujuan pada hari kerja berikutnya. Paxel punya layanan Nextday Delivery yang bisa kamu gunakan untuk memastikan kirimanmu langsung sampai sehari setelah dikirim.
6. Pengiriman Lokal / Instan (Local Delivery)
Pengiriman khusus untuk area sekitar dalam radius kota atau wilayah tertentu biasanya langsung dikelola oleh toko dengan memanfaatkan kurir toko maupun layanan ojek online. Layanan ini bikin pengiriman paket di area lokal jadi sangat cepat sehingga ideal bagi toko lokal.
Bagaimana Alur dan Proses Shipping?
Agar barang bisa sampai dari gudang penjual ke alamat pembeli dengan aman dan tepat waktu, ada serangkaian alur kerja operasional yang harus dilewati:
1. Pemrosesan Pesanan: Sistem toko menerima notifikasi checkout dan memastikan pembayaran telah terverifikasi sebelum pesanan diteruskan ke bagian operasional/gudang.
2. Pengemasan: Petugas mengambil barang dari rak penyimpanan sesuai rincian nota, memeriksa kualitas produk, lalu mengemasnya dengan pelindung yang memadai (kardus, bubble wrap, atau segel keamanan).
3. Dokumentasi: Label pengiriman dicetak dan ditempelkan pada paket. Label ini memuat alamat tujuan, data kontak, barcode, dan nomor resi pengiriman untuk memudahkan identifikasi.
4. Serah Terima ke Ekspedisi (Carrier Handoff): Paket diserahkan ke pihak kurir, baik melalui penjemputan armada (pick-up) ke lokasi penjual maupun diantar langsung (drop-off) ke gerai ekspedisi terdekat.
5. Transit: Paket berpindah melalui hub atau pusat sortir menuju kota tujuan. Di tahap ini, nomor resi sudah dapat digunakan oleh penjual dan pembeli untuk melacak status shipping secara berkala.
6. Pengantaran (Delivery): Kurir lokal membawa paket langsung ke alamat penerima atau titik penjemputan yang telah ditentukan. Setelah paket diterima dan tanda terima dikonfirmasi, proses shipping dinyatakan selesai.
Setiap tahapan yang dilakukan secara efektif dalam alur shipping artinya optimasi bagi biaya, durasi perjalanan, serta kepuasan pengalaman berbelanja pelanggan. Makanya, kamu tidak boleh main-main memilih jasa shipping. Pilih saja Paxel yang pasti aman, pasti cepat, dan pasti memudahkanmu cek ongkir maupun melacak paket dari satu aplikasi saja.
Baca Juga: 5 Keuntungan Menggunakan Jasa Kurir Paxel
Transit Adalah: Pengertian, Alur Pengiriman, dan Durasi Waktunya
Ketika kamu melakukan pelacakan pada paket yang sedang dikirim, kamu biasanya melihat status seperti “sedang transit” atau “paket dalam proses pengantaran.” Transit adalah istilah yang sering bikin pusing terutama kalau kamu baru pertama kali mengirim paket. Yuk, belajar bareng biar kamu paham pengertiannya!
Apa itu Transit?
Transit adalah bagian dari proses pengiriman yang menunjukkan bahwa paketmu saat ini sedang berpindah antar lokasi dalam sebuah alur pengiriman. Status paket menunjukkan kata “sedang transit” ketika sedang berpindah dari penjual ke warehouse/transit hub dari jasa pengiriman atau bahkan ketika sedang berada dalam perjalanan antar kota. Jadi, transit artinya paket sedang dalam perjalanan tetapi belum sampai ke titik akhir tujuan paket dikirim.
Baca Juga: Jastip: Layanan Jasa Titip Belanja yang Kini Semakin Populer
Dengan kata lain, paketmu akan berada dalam status “sedang transit” pada saat:
• Sedang dalam perjalanan antara warehouse
• Sedang dalam perjalanan antar kota/negara
• Ada delay pengantaran karena cuaca maupun force majeure
Status “sedang transit” biasanya memang tidak memberikan lokasi di mana paketmu berada saat ini. Namun, paketmu sedang berada dalam alur pengiriman barang di jaringan logistik dari jasa pengiriman barang yang kamu pakai.
Seperti Apa Alur Pengiriman Barang?
Kebanyakan paket melalui jalur yang sama di jasa pengiriman barang. Kalau pakai Paxel, kamu bisa tracking paket langsung di aplikasinya.
Ini adalah tahapan alur pengiriman barang yang dapat kamu lihat saat melakukan tracking paket:
1. Pengirim telah mengatur paket pengiriman
2. Pesanan telah diserahkan ke jasa kirim untuk diproses
3. Pesanan tiba di tempat transit kota pengirim
4. Pesanan dikirim ke kota penerima oleh feeder
5. Pesanan tiba di lokasi transit kota penerima
6. Kurir sedang melakukan proses pengantaran
7. Paket tiba di alamat tujuan
Proses transit paket bisa berlangsung hingga beberapa hari tergantung besar paket, jarak, dan layanan pengiriman yang dipilih.
Baca Juga: Apa Itu Jasa Ekspedisi? Pilihan Terbaik untuk Pengiriman Cepat dan Aman
Kenapa Paket Masih dalam Status Transit dan Belum Delivery?
Kalau paketmu masih berada dalam status “sedang transit,” ini artinya paketmu belum sampai ke fasilitas pengiriman terakhir.
Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi lamanya proses transit, misalnya saja:
• Ada delay pengantaran antar lokasi transit karena faktor alam seperti banjir, cuaca, dan bencana alam yang bisa saja terjadi tiba-tiba. Untuk hal ini, biasanya kamu akan mendapatkan pemberitahuan dari pihak pengiriman barang mengenai estimasi waktu kedatangan paket.
• Saat peak season (misalnya lebaran, agustus, dan natal tahun baru) jasa pengiriman biasanya kebanjiran orderan. Ini memengaruhi kecepatan operasional di lokasi sortir/transit, maka biasanya paket harus menunggu beberapa saat sebelum dikirim langsung ke lokasimu.
• Kalau kamu mengirim paket antar negara, biasanya ada proses bea cukai yang menambah durasi pengiriman. Jadi, paketmu akan berada dalam status transit lebih lama.
Paketmu akan berada dalam status “sedang transit” sampai dikonfirmasi tiba di fasilitas sortir terakhir di kota penerima. Durasi transit biasanya berbeda-beda bergantung pada jarak pengiriman. Namun, jangan khawatir kamu selalu bisa melakukan tracking paket untuk memastikan paketmu memang sedang diproses.
Baca Juga: Kirim Paket Besar Murah dengan Layanan Pengiriman PaxelBig
Berapa Lama Waktu Transit?
Lama waktu transit bisa berbeda-beda tergantung jarak pengiriman dan tentu saja kebijakan dari ekspedisi. Normalnya, waktu transit bisa mencapai 24 jam di setiap lokasi transit karena ada kebutuhan sortir, pendataan, dan pengaturan alur pengiriman. Namun, tidak ada prediksi yang pasti karena semua tentu bergantung dengan layanan yang diambil dan jarak pengiriman.
Nah, ketika paketmu “nyantol” di satu lokasi transit sampai lebih dari 3 hari, ada baiknya kamu mulai menghubungi customer service dari jasa pengiriman. Kadang, ada masalah dalam tracking yang bisa saja membuat paketmu terlihat tidak jalan padahal sudah masuk ke dalam proses pengantaran.
Kalau kamu ingin paketmu sampai dengan cepat, pilihlah Paxel karena Paxel menyediakan layanan sameday delivery, nextday delivery, dan regular (2-3 hari). Selain layanannya cepat, kamu juga bisa melacak paket dengan mudah di satu aplikasi Paxel. Jadi, meski transit adalah proses yang biasanya memakan waktu lama, Paxel bisa mempercepatnya untukmu!