Open PO artinya membuka masa pemesanan di awal sebelum mulai memproduksi atau mendatangkan barang dagangannya. Sistem penjualan seperti ini cocok untuk penjual yang ingin memulai usaha dengan modal terbatas dan risiko minimal.
Open PO adalah sistem penjualan yang mewajibkan pembeli melakukan pendaftaran pesanan dan membayar sejumlah uang muka sebelum barang yang dibeli tersedia di tangan penjual. Tren berjualan dengan metode ini mulai meledak sejak media sosial mengubah gaya belanja masyarakat menjadi serba digital satu dekade lalu. Produk yang paling laris terjual menggunakan sistem ini mencakup makanan rumahan, pakaian desain khusus, dan barang impor dari luar negeri.
Agar lebih jelas, mari kita bahas contoh open PO dan penerapannya dalam penjualan barang.
Pedagang kue kering musiman adalah penjual yang paling sering beroperasi dengan sistem open PO. Jadi, ketika berjualan, mereka akan mengumpulkan daftar pembeli sekaligus uang pembelian sebelum mereka melakukan proses produksi. Setelah, daftar penuh, penjual akan merekap semua pesanan yang masuk dan mulai memanggang kue sesuai jumlah pasti dari permintaan pelanggan tersebut.
Contoh lainnya bisa kamu temukan pada skema katering harian yang menetapkan jadwal pemesanan mingguan secara ketat. Biasanya, katering harian akan menentukan waktu tertentu dalam satu minggu untuk open PO.
Misalnya saja, istilah open PO untuk hari senin artinya penjual hanya menerima pesanan batas waktu tertentu di akhir pekan dan pesanan tersebut khusus dikirim pada hari Senin. Skema waktu yang terikat ini memastikan makanan selalu segar saat pelanggan menyantapnya.
Penerapan skema ini juga menguntungkan bisnis pakaian desain khusus seperti pembuatan kaus seragam untuk acara komunitas besar. Produsen baru akan mulai memotong kain dan menyablon desain setelah seluruh anggota kelompok melunasi tagihan pembayaran mereka. Cara ini menghindarkan penjahit dari sisa bahan baku yang berpotensi menumpuk sia-sia di sudut ruang kerja.
Ini adalah skema penjualan yang bisa kamu contek ketika akan membuka open PO:
Menjalankan bisnis dengan metode pemesanan awal ini memberikan rasa tenang karena barang yang kamu buat pasti habis terjual. Selain itu, ada sejumlah keuntungan lain yang bisa kamu rasakan langsung sebagai penjual, yaitu:
Meskipun terlihat sangat menjanjikan, skema bisnis ini tetap menuntut komitmen tinggi serta kemampuan mengelola ekspektasi pelanggan yang baik. Kekurangan berjualan dengan sistem open PO antara lain:
Waktu paling ideal menerapkan sistem ini adalah ketika kamu merilis produk baru dan ingin melihat seberapa besar antusiasme pasar. Kamu bisa memproduksi barang dalam jumlah kecil terlebih dahulu untuk mengukur selera konsumen tanpa takut rugi besar. Jika respons pembeli ternyata sangat positif, kamu bisa melanjutkannya dengan merencanakan produksi skala massal di masa depan.
Mendistribusikan ratusan paket pesanan ke berbagai kota tentu menuntut kehadiran mitra logistik yang bisa selalu kamu andalkan setiap saat. Paxel hadir membantu para pelaku usaha mengirimkan semua produk jualan ke tangan pelanggan dengan jaminan pengiriman cepat dan aman. Kamu cukup merapikan paket pesanan di rumah dan kurir hero Paxel akan datang menjemput barang tersebut tepat waktu.
Jangan lupa memantau perjalanan setiap pesanan menuju rumah pelanggan menggunakan layanan cek resi di dalam aplikasi cerdas Paxel. Sempatkan juga menggunakan fitur cek ongkir Paxel agar kamu bisa memberikan informasi tagihan biaya secara akurat kepada seluruh pembelimu. Pengalaman pengiriman yang memuaskan ini akan membuktikan bahwa skema open PO artinya solusi baru berjualan tanpa modal tinggi.