Lacak Pengiriman

Tolong Isi Field

0/20
Kamu bisa masukkan maksimal sampai dengan 20 Kode Pengiriman
Prove you are human :)

Biaya Pengiriman

page.wight

Tolong Isi Field

Lokasi Penjemputan
Lokasi Penjemputan

Lokasi Diluar Jangkauan

Tolong Isi Field

Lokasi Tujuan
Lokasi Tujuan

Lokasi Diluar Jangkauan

Tolong Isi Field

Tambah tujuan Tambah tujuan
Cek Ongkir
Kamu bisa masukkan maksimal sampai dengan 3 tujuan
Prove you are human :)
users

Users:

2.900.000++
Pengiriman

Pengiriman:

32.000.000++
Pengiriman Tepat Waktu

Pengiriman Tepat Waktu:

99,5%
paxel coverage area

Area jangkauan:

Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Tangerang Selatan - Ciamis - Pandeglang - Cilegon - Serang - Bekasi - Cikarang - Sukabumi - Garut - Cirebon - Bandung - Bandung Barat - Cimahi - Cianjur - Tasikmalaya - Kuningan - Majalengka - Purwakarta - Subang - Indramayu - Karawang - Semarang - Ungaran - Surakarta - Yogyakarta - Bantul - Sleman - Klaten - Wonosari - Kendal - Sukoharjo - Solo - Magelang - Purbalingga - Purwokerto - Cilacap - Pati - Karanganyar - Tegal - Blora - Pekalongan - Tulungagung - Jepara - Surabaya - Sidoarjo - Pasuruan - Probolinggo - Malang - Jombang - Jember - Ngawi - Gresik - Madiun - Malang -Situbondo - Pare - Kediri - Kudus - Banyuwangi - Batu - Lumajang - Blitar - Mojokerto - Bondowoso - Banjarnegara - Banyumas - Ponorogo - Mojokerto - Denpasar - Badung - Gianyar - Makassar - Medan - Deli Serdang - Palembang - Lampung - Gowa - Sorong - Batam - Pekanbaru - Pontianak - Jambi - Balikpapan - Samarinda - Aceh - Padang, Banjarmasin, Bengkulu, Ternate, Kupang dan segera di kota lainnya!

Cek Selengkapnya di Sini

Pembaruan

Temukan update terbaru dari tim kami

Lebih Banyak arrow-right-white
Apa itu BEP dalam bisnis? BEP adalah Break Even Point, Ini Rumusnya!
Apa itu BEP? BEP adalah Break Even Point, Ini Rumusnya!
Apakah kamu yakin bahwa usahamu sudah benar-benar memberi keuntungan? Keraguan seperti ini sering melanda para pemilik UMKM. Masalah biasanya sederhana, yaitu kamu belum menetapkan target penjualan yang akurat untuk menutup semua modal yang keluar. Kamu harus tahu batas aman di mana usahamu tidak rugi dan mulai mencetak laba.Baca Juga: Cara Menghitung Diskon: Rumus, Jenis, dan Strategi Agar Tetap Untung Di sinilah pemahaman mendalam mengenai apa itu BEP menjadi kunci keselamatan bisnis kamu agar tidak asal jalan tanpa arah. Apa itu BEP dalam Bisnis? BEP adalah singkatan dari Break Even Point. Dalam bahasa bisnis, BEP adalah titik impas. Kondisi di mana pendapatan usaha kamu jumlahnya sama persis dengan modal yang kamu keluarkan. Jadi, di titik ini kamu tidak mengalami kerugian, tapi kamu juga belum mendapatkan keuntungan. Semuanya nol alias seimbang. Posisi ini adalah "lampu kuning" sebelum kamu masuk ke zona hijau atau keuntungan.Baca Juga: Peak Season: Pengertian, Perbedaan, dan Strategi Bisnis Banyak orang salah kaprah menyamakan BEP dengan "balik modal" dalam artian investasi awal (ROI). Padahal, BEP lebih fokus pada operasional rutin. Kamu perlu tahu titik breakeven karena ini adalah garis yang sesungguhnya. Kalau penjualanmu masih di bawah titik ini, artinya kamu sedang "bakar uang". Sebaliknya, setiap satu unit produk yang terjual melewati titik ini adalah keuntungan murni yang bisa kamu nikmati. Apa Fungsi dan Manfaat Menghitung BEP? Menghitung titik impas berfungsi untuk mempelajari kelangsungan usahamu ke depannya. Ini adalah beberapa fungsi utama kenapa kamu harus menghitung titik impas dengan teliti: Menentukan Harga Jual yang Masuk AkalBanyak pebisnis pemula menetapkan harga hanya berdasarkan perasaan atau ikut-ikutan harga pasar tanpa melihat struktur biaya sendiri. Dengan hitungan ini, kamu bisa menetapkan harga jual yang tidak hanya bersaing, tapi juga pasti menutup biaya produksi dan operasional.Menetapkan Target Penjualan MinimalTim penjualan atau kamu sendiri harus punya angka keramat yang harus dikejar setiap bulannya. Angka ini menjadi motivasi bahwa "kalau nggak jual segini, kita nggak makan". Ini membuat kerja tim jadi lebih terukur dan punya tujuan yang jelas.Mendeteksi Efisiensi BiayaSaat menghitung, kamu akan melihat rincian biaya tetap dan variabel. Kamu bisa mengevaluasi apakah biaya sewa tempat terlalu mahal atau apakah pemakaian bahan baku terlalu boros. Kamu bisa melakukan penghematan di pos-pos yang tidak perlu. Apa Rumus BEP? Sebelum masuk ke hitungan, kamu harus kenalan dulu dengan tiga komponen utama penyusun rumus BEP. Tanpa data ini, hitunganmu bakal meleset. Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya yang harus kamu bayar mau kamu jualan atau tutup, mau laku 1 atau laku 1000. Contohnya sewa ruko, gaji karyawan tetap, dan internet.Biaya Variabel (Variable Cost): Biaya yang keluarnya tergantung jumlah produksi. Makin banyak bikin produk, makin besar biayanya. Contohnya bahan baku, kemasan, dan listrik produksi.Harga Jual (Price): Harga yang kamu bebankan ke konsumen per unit. Ada dua jenis rumus BEP yang bisa kamu gunakan, yaitu BEP Unit (berapa barang yang harus dijual) dan BEP Rupiah (berapa omzet yang harus didapat). Berikut adalah rumus sederhananya: Selisih antara Harga Jual dan Biaya Variabel disebut juga dengan Margin Kontribusi. Semakin besar margin ini, semakin cepat kamu mencapai titik impas. Bagaimana Cara Menganalisis BEP? Supaya lebih nempel di kepala, kita pakai simulasi kasus nyata saja. Bayangkan kamu punya usaha jualan Hampers Cookies rumahan. Kamu ingin tahu berapa hampers yang harus terjual supaya modalmu kembali.Baca Juga: 9 Ide Jualan Makanan yang Laku Setiap Hari, Modal Kecil Untung Besar Berikut adalah rincian biaya usaha cookies kamu: Biaya Tetap: Rp5.000.000 per bulan (untuk gaji admin, sewa tempat kecil, dan penyusutan alat).Biaya Variabel: Rp50.000 per hampers (untuk toples, tepung, mentega, pita, dan kardus).Harga Jual: Rp100.000 per hampers. Mari kita masukkan ke dalam rumus BEP Unit: Hasilnya: 100 Hampers. Analisisnya begini: Kamu harus menjual minimal 100 hampers setiap bulannya cuma untuk menutup modal. Jika bulan ini kamu cuma jual 90 hampers, usahamu rugi. Kamu harus nombok biaya operasional dari kantong pribadi.Jika kamu jual pas 100 hampers, kamu impas. Lelah terbayar, tapi dompet belum menebal.Jika kamu berhasil jual 150 hampers, keuntunganmu adalah 50 hampers dikali margin kontribusi (Rp50.000), yaitu Rp2.500.000. Dari analisis ini, kamu bisa menyusun strategi. Kalau target 100 hampers terasa berat, kamu punya dua pilihan: naikkan harga jual (risiko pelanggan kabur) atau tekan biaya variabel (cari supplier bahan baku yang lebih murah). Kamu juga bisa mencoba menekan biaya tetap, misalnya dengan mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu. Analisis inilah yang membuat bisnismu berjalan dengan logika dan data, bukan sekadar insting semata.Baca Juga: Owner Adalah: Definisi, Cakupan, dan Tugas-tugasnya Setelah tahu target minimal penjualanmu, tantangan berikutnya adalah bagaimana mendistribusikan produk tersebut ke tangan pelanggan sebanyak-banyaknya agar target terlampaui. Jangan sampai target penjualanmu meleset hanya karena masalah pengiriman yang lambat atau paket rusak di jalan. Kamu harus memastikan setiap produk sampai dengan aman dan cepat untuk menjaga kepuasan pelanggan. Untuk urusan ini, serahkan saja pada Paxel. Dengan layanan Same Day Delivery yang andal dan jangkauan luas, Paxel siap membantu UMKM kamu mengirim produk ke berbagai kota dengan aman. Yuk, pahami apa itu BEP dalam bisnis dengan baik dan gunakan Paxel untuk kembangkan jangkauan bisnis kamu sekarang juga!
22 Jun 2026
Restock Adalah Proses Pengadaan Kembali Suatu Barang
Restock Adalah Proses Pengadaan Kembali Suatu Barang
Momen kehabisan barang ketika demand lagi tinggi-tingginya bisa kamu hindari kalau manajemen inventaris kamu berjalan mulus. Pemahaman tentang restock adalah kunci utama untuk menjaga napas bisnis kamu tetap panjang dan pelanggan tetap setia.Baca Juga: Peak Season: Pengertian, Perbedaan, dan Strategi Bisnis Apa yang Dimaksud dengan Restock? Restock adalah proses pengadaan kembali barang yang akan dijual. Aktivitasnya mencakup pengisian ulang persediaan produk di gudang atau etalase toko sebelum barang tersebut benar-benar habis terjual. Restock bertujuan untuk menjaga agar siklus penjualan tidak terputus. Kegiatan restock barang ini melibatkan pemesanan ulang ke supplier atau produsen untuk memastikan jumlah inventaris kembali ke level aman. Jadi, restock memastikan sebuah bisnis bisa beli barang yang tepat di waktu yang tepat supaya bisnis kamu nggak berhenti beroperasi.Baca Juga: Cara Menentukan Harga Jual Produk Paling Cepat dan Mudah Apa Perbedaan Restock dan Stock? Ini perbedaan antara stock dan restock yang paling utama: Stock adalah jumlah barang fisik yang saat ini tersedia dan siap dijual di gudang atau toko kamu. Jadi kalau ada yang tanya "berapa stock kamu?", mereka menanyakan jumlah item yang ada sekarang.Restock (Stok Ulang) merujuk pada kata kerja atau verb, yaitu sebuah tindakan atau proses. Ini adalah aksi menambah jumlah stok tadi. Jadi, stok itu barangnya, sedangkan restock itu kegiatannya. Kamu melakukan restock untuk menambah jumlah stock.Baca Juga: Cara Menghitung Diskon: Rumus, Jenis, dan Strategi Agar Tetap Untung Apa Fungsi Restock? Kenapa sih kamu harus pusing memikirkan jadwal belanja barang lagi? Kenapa nggak nunggu habis saja baru beli lagi? Pola pikir "tunggu habis baru beli" itu sangat berbahaya buat kelangsungan bisnis. Kamu harus melakukan pengadaan ulang secara terencana karena fungsinya sangat krusial bagi operasional harian. Ini beberapa fungsi utama dari pengadaan barang kembali yang membuat bisnis kamu tetap stabil dan berkembang: Menjaga Kepuasan Pelanggan – Konsumen zaman sekarang itu maunya serba cepat. Kalau mereka lihat barang yang mereka incar statusnya "Habis", mereka jarang mau menunggu. Dengan menjaga ketersediaan barang, kamu menjaga mood pelanggan agar tetap senang dan loyal belanja di tempatmu.Efisiensi Arus Kas – Melakukan pengadaan barang membantu kamu mengontrol cash flow. Kamu jadi tahu kapan harus mengeluarkan uang untuk belanja modal dan kapan uang masuk dari penjualan. Ini mencegah uang kamu "mati" tertimbun di gudang dalam bentuk barang yang nggak laku, atau sebaliknya, kehilangan potensi uang masuk karena barang kosong.Mengantisipasi Lonjakan Permintaan – Tren pasar itu fluktuatif dan kadang susah ditebak. Dengan jadwal pengadaan yang teratur, kamu jadi punya persiapan lebih matang saat menghadapi musim-musim ramai seperti Harbolnas atau Lebaran, sehingga kamu nggak keteteran saat orderan membludak. Bagaimana Cara Melakukan Restock Barang Secara Efektif? Melakukan pengadaan barang itu nggak boleh asal beli dalam jumlah banyak lalu menumpuknya di gudang. Kalau salah perhitungan, bisa-bisa barang kamu malah rusak, kadaluarsa, atau ketinggalan tren sebelum sempat terjual (dead stock). Kamu harus punya strategi jitu agar proses ini berjalan efisien dan menguntungkan.Baca Juga: Apa itu BEP? BEP adalah Break Even Point, Ini Rumusnya! Ada beberapa langkah taktis yang bisa kamu terapkan agar proses pengisian kembali stok berjalan mulus tanpa hambatan: Analisis Data Penjualan – Jangan cuma pakai feeling. Cek data penjualan kamu di bulan-bulan sebelumnya. Produk mana yang paling cepat laku? Kapan biasanya penjualan meningkat? Data ini akan memberitahumu barang apa yang harus diprioritaskan untuk dibeli kembali dan berapa jumlahnya.Perhatikan Lead Time – Kamu harus tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan supplier untuk mengirim barang sampai ke tanganmu. Kalau pengiriman butuh waktu 3 hari, jangan memesan saat stok tinggal sisa untuk 1 hari jualan. Pesanlah jauh-jauh hari sebelum stok mencapai titik kritis.Tentukan Safety Stock – Selalu sediakan stok pengaman. Ini adalah jumlah minimum barang yang harus selalu ada di gudang untuk jaga-jaga kalau ada keterlambatan pengiriman dari supplier atau ada pesanan borongan mendadak.Kelola Hubungan dengan Supplier – Punya hubungan baik dengan pemasok itu aset. Kalau kamu dekat dengan mereka, komunikasi jadi lebih lancar. Kamu bisa dapat prioritas pengiriman, info produk baru lebih dulu, atau bahkan negosiasi harga modal yang lebih miring. Strategi pengadaan barang yang matang memang pondasi bisnis yang kuat, tapi eksekusinya sangat bergantung pada logistik. Kamu bisa mengandalkan Paxel untuk urusan ini. Dengan layanan Same Day Delivery atau Nextday Delivery yang jangkauannya luas, kamu bisa memindahkan stok barang dengan super cepat dan aman, memastikan etalase toko nggak pernah kosong. Jadi, kelancaran operasional dan strategi restock adalah kunci kemenangan bisnis kamu di pasar yang kompetitif ini.
22 Jun 2026
Bagaimana Cara Menghitung Untung Jualan?
Bagaimana Cara Menghitung Untung Jualan?
Jangan sampai pendapatan usaha hanya jadi uang yang cuma numpang lewat buat bayar bahan baku, ongkos admin, dan biaya kemasan yang bocor tak terduga. Biar bisnis kamu nggak cuma bikin capek badan dan benar-benar bisa jadi sumber penghasilan yang menjanjikan, kamu wajib menguasai cara menghitung untung jualan sedini mungkin sebelum arus kasmu berantakan.Baca Juga: Apa itu BEP? BEP adalah Break Even Point, Ini Rumusnya! Apa itu Untung Jualan? Untung jualan adalah sisa uang murni yang kamu kantongi setelah total pendapatan dari pelanggan dikurangi dengan semua modal dan biaya operasional yang kamu keluarkan hari itu. Angka riil ini adalah indikator paling jujur yang menunjukkan apakah bisnis onlinemu benar-benar menghasilkan cuan atau malah diam-diam menggerogoti tabungan pribadimu selama ini. Kamu harus paham kalau nominal rupiah yang masuk ke rekening dari pembeli itu belum sepenuhnya jadi hak milikmu sebelum kamu melunasi semua pengeluaran dasar untuk kelancaran produksi.Baca Juga: Cara Menghitung Diskon: Rumus, Jenis, dan Strategi Agar Tetap Untung Keuntungan bersih inilah yang nantinya bisa kamu putar kembali untuk menambah stok barang jualan, menyewa lokasi gudang yang lebih besar, atau dicairkan sebagai gaji bulanan pribadimu sendiri. Intinya, margin keuntungan adalah napas utama yang bikin usahamu tetap hidup dan terus berkembang pesat di tengah persaingan pasar digital yang makin ketat. Apakah Untung Sama dengan Omzet? Pendapatan kotor atau omzet sama sekali berbeda dengan angka keuntungan bersih dari sebuah bisnis dagang. Banyak orang masih keliru dan menganggap kalau omzet harian yang jumlahnya fantastis itu adalah uang yang bisa langsung dipakai buat keperluan pribadi. Pendapatan kotor adalah seluruh total uang yang masuk dari hasil penjualan barang dagangan sebelum dipotong biaya apa pun. Sementara itu, pendapatan bersih adalah nama lain dari keuntungan sejati yang sudah melewati proses pengurangan semua pengeluaran bisnis, mulai dari belanja bahan dasar sampai bayar kuota internet bulanan. Mencampuradukkan kedua hal tersebut bakal bikin arus kas kamu amburadul dan menyulitkanmu saat melakukan evaluasi cara menghitung untung rugi penjualan di setiap periode penutupan buku keuangan.Baca Juga: Cara Menentukan Harga Jual Produk Paling Cepat dan Mudah Mengapa Harus Menghitung Untung Jualan?Sebelum lanjut ke cara menghitung untuk penjualan, kamu perlu mengetahui angka profit secara akurat untuk menentukan strategi bisnis kedepannya, seperti menetapkan target promosi bulan depan atau memutuskan kapan waktu yang tepat buat merekrut karyawan baru. Kalau kamu terus-terusan mengabaikan rutinitas pencatatan ini, kamu sama saja dengan menyetir mobil di malam hari tanpa lampu alias bakal gampang banget menabrak tembok kebangkrutan tanpa peringatan. Lewat pantauan angka-angka riil ini, kamu bisa mendeteksi lebih awal produk mana yang paling banyak bawa cuan dan barang apa yang justru membebani biaya gudang karena susah laku.Baca Juga: Flash Sale: Arti, Ciri, dan Manfaatnya Untuk Bisnis Online Kamu harus rutin memantau pergerakan uang masuk dan keluar ini agar bisa langsung mengambil tindakan pencegahan saat grafiknya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan tajam. Menerapkan disiplin cara menghitung untung dan rugi bakal menyelamatkan usaha rintisan dari kerugian fatal yang banyak tidak disadari oleh para pedagang pemula. Bagaimana Cara Menghitung Untung Jualan? Langkah dasarnya sangatlah sederhana, kamu cukup menjumlahkan seluruh uang hasil penjualan, kemudian menguranginya secara teliti dengan semua biaya produksi dan operasional. Rumus paten yang selalu bisa kamu pakai adalah: Laba Bersih = Total Pendapatan Kotor - (Harga Pokok Penjualan + Biaya Operasional). Biar kamu nggak pusing saat mulai mempraktikkannya di buku kas harian, kamu harus mengikuti panduan perhitungan yang runtut. Ini adalah langkah demi langkah yang bisa langsung kamu terapkan untuk membedah keuangan tokomu hari ini: Catat semua pemasukan harianmu dari setiap transaksi pelanggan tanpa ada satu perak pun yang terlewat dari nota pesanan. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP), yaitu angka modal langsung yang kamu pakai untuk membuat atau membeli produk jadi tersebut. Kumpulkan dan catat semua biaya operasional tambahan seperti ongkos bensin kurir, tagihan internet, biaya langganan aplikasi kasir, dan pengeluaran lakban kemasan. Kurangi total pendapatan kotormu dengan jumlah HPP dan biaya operasional tersebut untuk menemukan angka laba bersih yang sesungguhnya. Lakukan evaluasi rutin setiap akhir bulan untuk melihat apakah hasil rekapitulasi akhirnya menunjukkan angka positif atau justru mengalami minus.Kalau cara menghitung untung jualan sudah benar, tantangan terbesarmu selanjutnya adalah memastikan barang dagangan mendarat di tangan pembeli dengan selamat. Biar pelanggan selalu tersenyum puas, kamu harus menyerahkan urusan antar-mengantar pesanan ini pada jasa pengiriman Paxel. Dengan menggunakan aplikasi dari Paxel, kamu bisa menikmati berbagai fitur pengiriman paket kilat seperti layanan pengiriman Sameday atau Nextday yang cepat dan aman.Baca Juga: Paket 1 Hari Sampai Luar Kota Pakai Same Day Delivery Paxel
22 Jun 2026
Cara Menghitung Diskon: Rumus, Jenis, dan Strategi Agar Tetap Untung
Cara Menghitung Diskon: Rumus, Jenis, dan Strategi Agar Tetap Untung
Dalam dunia bisnis online, diskon adalah salah satu strategi paling efektif untuk meningkatkan penjualan. kamu pasti pernah berada di posisi harus memberikan diskon supaya produk tetap laku, tetapi bisnis juga tetap untung. Karena itu, memahami cara menghitung diskon menjadi hal penting agar kamu bisa tetap menarik pelanggan tanpa merugikan bisnis.Baca Juga: Cara Menentukan Harga Jual Produk Paling Cepat dan Mudah Apa Itu Diskon? Diskon adalah potongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli dari harga asli suatu produk. Diskon bisa berbentuk persentase maupun nominal tertentu. Diskon biasanya digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari meningkatkan penjualan, menghabiskan stok barang hingga menarik pelanggan baru.Jenis Diskon yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum memahami cara menghitung diskon, kamu perlu mengenal jenis-jenis diskon yang umum digunakan dalam bisnis: 1. Diskon Persentase Diskon ini diberikan dalam bentuk persen dari harga asli suatu produk, seperti 10%, 20%, atau 50%. Jenis Diskon ini paling umum digunakan karena mudah dipahami dan menarik perhatian pelanggan. 2. Diskon Nominal (Potongan Langsung) Diskon nominal berupa potongan langsung dari harga asli atau harga awal. Misalnya Diskon Ongkir Rp10.000 atau Potongan Harga Rp20.000. Jenis promo ini biasanya digunakan dalam promo pada periode yang singkat. 3. Diskon Bundling Diskon bundling adalah jenis diskon yang diberikan ketika pelanggan membeli beberapa produk sekaligus dalam satu paket. Tujuannya adalah meningkatkan jumlah pembelian dan menaikkan nilai transaksi. Promo ini biasanya digunakan dalam kampanye atau event tertentu untuk menarik perhatian pelanggan dan mendorong mereka membeli lebih banyak dalam satu kali transaksi.Baca Juga: Bundling Produk: Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya 4. Promo But 1 Get 1 Bukan dalam bentuk potongan harga, Buy 1 Get 1 adalah dengan memberikan produk tambahan secara gratis ketika pelanggan membeli produk tertentu. Jenis promo ini sangat efektif untuk meningkatkan jumlah pembelian sekaligus membantu menghabiskan stok produk tertentu, terutama pada periode campaign atau promo besar. 5. Diskon Loyalty Member Diskon ini diberikan khusus untuk pelanggan yang sudah terdaftar sebagai member atau pelanggan loyal. Misalnya tier pelanggan tertentu mendapat harga spesial ataupun reward tertentu. Tujuan promo satu ini adalah meningkatkan retensi dan mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian berulang. Cara Menghitung Diskon dengan Tepat Setelah memahami apa itu diskon dan berbagai jenisnya, berikut adalah cara menghitung diskon dari harga asli yang bisa kamu gunakan dalam bisnis. 1. Gunakan Rumus Dasar Diskon Ini cara menghitung diskon harga yang paling dasar dan wajib kamu kuasai: Diskon (Rp) = Harga Awal × (Persentase Diskon ÷ 100) Harga Setelah Diskon = Harga Awal − Diskon (Rp) Contohnya, kamu jual produk seharga Rp200.000 dan pengen kasih diskon 25%: Diskon = Rp200.000 × (25/100) = Rp50.000. Harga setelah diskon = Rp200.000 − Rp50.000 = Rp150.000 Cara ini cocok kalau kamu cuma pengen potong harga secara langsung dan cepat. Tapi kamu tetap harus hitung-hitung, karena harga setelah diskon belum tentu bikin kamu untung. Misalnya, harga awal produk Rp200.000 dan setelah diskon 25% jadi Rp150.000, tapi kalau HPP kamu sebenarnya Rp140.000, berarti kamu cuma dapat untung Rp10.000 per produk. Margin ini tergolong kecil dan bisa nggak nutup biaya operasional kayak ongkir, kemasan, atau fee dari marketplace. Baca Juga: Testimoni Adalah Senjata Ampuh yang Sering Dilupakan Pemilik Bisnis Selain itu, diskon yang terlalu besar tanpa strategi bisa ngebentuk kebiasaan pelanggan buat beli cuma pas ada promo. Akhirnya, kamu jadi ketergantungan diskon dan margin makin tergerus. Jadi, walaupun rumusnya gampang, kamu tetap harus lihat kondisi bisnis dan tujuan diskonnya. 2. Hitung HPP Dulu, Baru Tentukan Batas Diskon Nah, biar tetap untung, kamu harus tahu dulu HPP alias Harga Pokok Produksi. Jangan sampai harga setelah diskon lebih kecil dari HPP. Kalau itu terjadi, artinya kamu rugi tiap kali produk terjual. Misalnya: Harga awal: Rp200.000 HPP: Rp130.000 Diskon maksimal yang bisa kamu kasih supaya nggak rugi: Rp200.000 − Rp130.000 = Rp70.000 → Ini sama dengan diskon 35% Jadi kalau kamu kasih diskon di bawah 35%, misalnya 20% atau 25%, umumnya masih aman karena kamu masih punya ruang keuntungan dari selisih antara harga jual dan HPP. Tapi kamu tetap perlu pastikan bahwa margin setelah diskon itu cukup untuk menutup biaya operasional seperti ongkir, kemasan, fee platform, atau bahkan biaya promosi. Baca Juga: Bundling Produk: Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya Misalnya, kalau HPP Rp130.000 dan kamu kasih diskon hingga harga jualnya jadi Rp150.000, berarti margin kamu cuma Rp20.000. Margin ini masih bisa dibilang sehat kalau kamu jual dalam volume tinggi atau nggak banyak biaya tambahan. Tapi kalau kamu kasih diskon lebih dari 35%, misalnya sampai 40% atau 50%, kamu harus benar-benar cek ulang semua angka. Diskon segitu bisa bikin kamu rugi kalau ternyata margin kamu langsung mepet atau bahkan negatif.Baca Juga: 70 Kata-Kata Promosi Makanan Paling Lengkap 3. Atur Keuntungan dengan Hitung Terbalik Kamu juga bisa pakai cara perhitungan terbalik. Misalnya kamu mau untung minimal 20% setelah diskon. Caranya gampang: Gunakan cara menghitung diskon dari harga asli ini: Harga jual setelah diskon = HPP × (1 + margin laba) Contoh: HPP: Rp130.000 Margin laba yang kamu mau: 20% → 1.2 Harga jual setelah diskon = Rp130.000 × 1.2 = Rp156.000 Kalau harga awal Rp200.000, maka diskon maksimal = Rp200.000 − Rp156.000 = Rp44.000 → sekitar 22%Cara ini cocok buat kamu yang ingin lebih terkontrol soal profit karena kamu bisa menetapkan target margin keuntungan sejak awal. Dengan kata lain, kamu nggak lagi asal kasih diskon, tapi bisa menyesuaikan harga jual berdasarkan keuntungan yang ingin kamu capai. Baca Juga: Flash Sale: Arti, Ciri, dan Manfaatnya Untuk Bisnis Online Misalnya, kalau kamu sudah tahu HPP-nya Rp130.000 dan kamu pengin untung minimal 20%, maka harga jual setelah diskon harus Rp156.000. Dari situ, kamu tinggal lihat harga awalnya berapa dan baru bisa hitung diskon maksimalnya. Cara ini bikin kamu lebih aman dalam ambil keputusan karena semuanya berdasarkan angka, bukan feeling. Apalagi kalau kamu jualan di platform yang punya banyak biaya tambahan seperti biaya admin, diskon otomatis, dan ongkir subsidi. Metode ini bantu kamu tetap punya ruang margin setelah semua potongan itu dikurangkan. Baca Juga: Packing: Pengertian, Jenis dan Pentingnya dalam Pengiriman Bonus: Cek Efek Diskon ke Jumlah Penjualan Diskon memang bikin untung per produk lebih kecil, tapi kalau penjualan kamu naik berkali lipat, total laba tetap bisa besar. Berikut ini contohnya: HPP: Rp130.000 Harga diskon: Rp150.000 Laba per produk: Rp20.000 Kalau sebelumnya cuma laku 10 pcs (Rp200.000 × 10 = Rp2.000.000), tapi setelah diskon laku 50 pcs (Rp150.000 × 50 = Rp7.500.000), kamu tetap bisa dapat total untung yang lebih besar.Jadi, semua tergantung strategi. Diskon besar bukan berarti rugi, asal bisa ningkatin volume penjualan. Nah, kamu harus mulai mempertimbangkan volume penjualan ketika margin keuntungan per produk setelah diskon sangat kecil. Baca Juga: 40 Inspirasi Nama Toko Kue Aesthetic, Cocok Untuk Bisnis Baru! Itulah 3 cara menghitung diskon tanpa bikin bisnis kamu tekor. Dari sini, kamu bisa belajar bahwa diskon adalah bagian dari strategi marketing. Pastikan kamu tahu HPP, tentukan target margin laba, dan mempertimbangkan efek diskon terhadap jumlah penjualan. Selanjutnya, kalau kamu sering kirim produk ke pelanggan di berbagai kota, jangan lupa pakai jasa pengiriman Paxel biar barang sampai lebih cepat, aman, dan bikin pelanggan makin puas. Yuk, terapkan cara hitung diskon yang tepat, dan bawa bisnismu naik level! Baca Juga: Pengiriman Same Day untuk Bisnismu, Cepat dan Nggak Ribet
22 Jun 2026
Perbedaan Instant dan Same Day Delivery dalam Pengiriman
Perbedaan Instant dan Same Day Delivery dalam Pengiriman
[Paxel - Perbedaan Instant dan Same day] Kini semakin mudah menemukan layanan pengiriman cepat yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Ada banyak pilihan mulai dari Same Day delivery, Nextday, Regular, kargo, hingga Instant Delivery untuk kirim paket ke dalam kota. Baca Juga: Mau Kirim Paket 1 Hari Sampai? Cobain Ini Aja!Apa Itu Same Day? Same day adalah layanan pengiriman di mana paket dijemput dan dikirim kepada penerima di hari yang sama, baik untuk tujuan dalam kota maupun antarkota. Berbeda dengan pengiriman reguler yang lebih dari satu hari, same day delivery memastikan paket tiba tanpa perlu menunggu hingga keesokan hari.Baca Juga: Cara Temukan Alamat Pengiriman dengan Nomor Telepon di Aplikasi Paxel Apa Bedanya Instant dan Same Day? Pengiriman Instant dan Same Day delivery sering menjadi pilihan banyak orang saat membutuhkan pengiriman yang cepat. Di mana kedua layanan tersebut menawarkan pengiriman yang cepat, tetapi memiliki perbedaan dari segi estimasi waktu kirim, jangkauan area, tarif ongkir, dan kegunaannya. 1. Pengiriman Instant Jika kamu ingin kirim paket dalam kota dengan estimasi waktu yang lebih cepat, layanan pengiriman Instant bisa jadi pilihan tepat. Dengan estimasi tiba hanya beberapa jam saja, layanan ini cocok untuk kebutuhan pengiriman paket yang mendesak dan segera. Kamu juga bisa kirim hingga 5 titik pengiriman (S&K Berlaku) dengan layanan Paxel Instant untuk kebutuhan pengiriman ke banyak tujuan dalam sekali kirim.Layanan pengiriman Instant Paxel sudah tersedia di berbagai kota besar, seperti Jabodetabek, Bali, Bandung, Banyuwangi, Cirebon, Jember, Kediri, Madiun, Magelang, Makassar, Malang, Medan, Purwokerto, Semarang, Solo, Sukabumi, Tasikmalaya, Tegal, Yogyakarta dan akan terus bertambah lagi. 2. Same Day Delivery: Solusi Kirim Paket Tiba di Hari yang Sama Same day adalah layanan pengiriman yang sangat cocok untuk kamu yang ingin mengirim paket cepat, baik ke dalam kota maupun luar kota dan tiba di hari yang sama. Paxel dikenal luas sebagai salah satu ekspedisi terpercaya dengan layanan same day delivery antarkota yang menawarkan berbagai keunggulan. Mulai dari ongkir flat hingga 5kg, paket dijemput ke lokasimu hingga jangkauan yang luas. Kirim Paket Cepat dan Aman pakai Paxel Itulah penjelasan lengkap tentang perbedaan Instant dan Same Day delivery yang tersedia di aplikasi Paxel. Kini kamu sudah paham bahwa instant dan same day adalah solusi terbaik untuk pengiriman yang cepat. Pilih layanan sesuai kebutuhanmu, buat pengiriman di aplikasi Paxel dan Hero atau kurir Paxel siap menjemput paket langsung dari lokasimu!Baca Juga: Pengertian, Ongkir dan Kelebihan Same Day Delivery untuk Kirim Makanan
19 Jun 2026

Jasa Pengiriman Paket Tercepat ke Dalam dan Luar Kota

Paxel adalah Perusahaan logistik berbasis aplikasi yang menyediakan layanan Pengiriman Sameday Delivery Indonesia. Selain itu, Paxel juga menawarkan layanan, next day delivery, instant delivery dan layanan pengiriman paket berat melalui PaxelBig, pengiriman cold chain untuk produk frozen food. Serta, layanan PaxelAmplop dengan ongkir FLAT hanya Rp 10RB. 

Paket Pengiriman Sameday Delivery dari Paxel memungkinkan penerima menerima barang di hari yang sama. Sementara itu dengan layanan instant delivery penerima dapat menerima barang lebih cepat dalam hitungan jam saja.

Selain itu, Paxel juga memiliki layanan PaxelBig khusus untuk Pengiriman Paket Besar dengan berat diatas 5kg hingga 25kg.

Pengiriman Paket Berat Delivery

Pengiriman Paket Berat Delivery dari PaxelBig adalah layanan pengiriman khusus barang-barang dengan berat diatas 5 kg hingga 25kg.

Dengan menggunakan layanan Pengiriman Paket Besar Paxel, yaitu PaxelBig. Anda bisa mengirimkan barang dengan ukuran yang lebih besar contohnya mengirimkan koper lewat PaxelBig. Sehingga liburan aman anti nenteng, mudan dan aman sampai kota tujuan hanya dengan PaxelBig. Anda tidak perlu khawatir, karena produk atau barang akan dikirimkan langsung ke alamat tujuan dengan aman.

Pengiriman Paket Instant Delivery

Di era serba cepat ini, menggunakan layanan Pengiriman Paket Instant Delivery dari Paxel merupakan solusi ideal untuk pengiriman cepat yang tiba dalam hitungan jam saja.

Sehingga dengan menggunakan layanan Pengiriman Paket Instant Delivery penerima dapat menerima barang atau produk di hari yang sama dengan waktu yang lebih cepat.

Pengiriman Lew@tBox Delivery

Pengiriman Lew@tBox Delivery atau PaxelBox merupakan layanan yang memungkinkan anda untuk menyimpan, menitipkan, menerima atau mengirim paket melalui PaxelBox yang tersedia di lokasi-lokasi tertentu

Layanan PaxelBox yang merupakan layanan Pengiriman Lew@tBox Delivery dapat diakses melalui menu LewatBox di aplikasi Paxel. Untuk menitipkan dan menyimpan barang juga dapat diakses melalui menu PaxelBox di aplikasi Paxel.

Pengiriman Paket Next Day Delivery

Pengiriman Paket Next Day Delivery adalah layanan dari Paxel untuk pengiriman paket yang akan sampai ke penerima pada hari berikutnya.

Layanan NextDay Delivery dari Paxel adalah solusi pengiriman paket murah, cepat & aman dengan berat maksimal 5kg. Dengan layanan ini, penerima akan menerima barang atau produk tepat pada hari berikutnya

Dengan menggunakan layanan Pengiriman Paket Next Day Delivery, pelaku toko online (ecommerce) dapat memanfaatkan fitur ini untuk mengirim barang atau produk ke konsumen dengan biaya pengiriman yang terjangkau, namun tetap memastikan pengiriman sampai tepat pada hari berikutnya.

Pengiriman Paxel Amplop hanya 10RB ke Seluruh area Jangkauan Paxel

Pengiriman Paxel Amplop dari Paxel merupakan layanan khusus untuk mengirim dokumen atau surat dengan biaya kirim flat, dengan maksimal ukuran amplop A4 (21x30cm) dan tinggi maksimal 3cm.

Dengan menggunakan PaxelAmplop, Anda hanya dikenakan biaya Rp.10.000,- untuk pengiriman ke seluruh area Jangkauan Paxel. Ini menjadikan Pengiriman Paxel Amplop sebagai solusi hemat untuk pengiriman dokumen maupun barang berukuran kecil. 

Download Aplikasi Paxel

Untuk mempermudah pengguna Paxel dalam aktivitas pengiriman, pengguna dapat langsung Download Aplikasi Paxel melalui Google Play Store (Android) atau Apple App Store (iOS). Aplikasi Paxel memudahkan pengguna untuk melakukan pemesanan pengiriman paket dengan Jasa pengiriman Paxel dan cek resi atau melacak pengiriman barang/produk yang dikirim hingga cek ongkir dengan mudah. Tidak hanya pengirim, penerima juga dapat melihat atau melacak pengirimannya dengan Download Aplikasi Paxel.

PaxelMarket Fitur Jualan dan Jajan Lintas Kota

Kulineran seluruh Indonesia tidak sulit lagi dengan adanya PaxelMarket. Berbagai penjual makanan populer Nusantara sudah bergabung dalam PaxelMarket. PaxelMarket adalah marketplace yang memungkinkan pecinta kuliner menikmati jajanan khas kota lain yang akan dikirimkan langsung melalui Jasa Pengiriman Paxel atau Paxel Delivery.

Melalui PaxelMarket, para pecinta kuliner bisa membeli jajanan khas daerah yang akan dikirim ke rumah tanpa berkunjung ke daerah tersebut sehingga sangat cocok untuk ngemil dan juga kirim oleh-oleh ke semua teman dan keluarga terdekat secara online dan mudah.

PaxelMarket juga dikenal dengan Wisata Kuliner Indonesia Online dimana tersedia banyak macam jajanan khas Nusantara atau oleh-oleh dari berbagai daerah yang dapat dikirim dengan menggunakan Pengiriman Sameday & Nextday Delivery dari Paxel Indonesia.

Pengiriman Paxel Mudah tanpa ke Counter

Paxel memiliki komitmen yang tinggi dalam industri logistik di Indonesia, dimana Paxel menyediakan layanan jemput dan antar paket di Alamat pengirim dan penerima. Pengguna cukup melakukan pemesanan lewat aplikasi untuk penjemputan Paxel dan Hero Paxel akan segera menjemput paket yang akan dikirim.

Asuransi Pengiriman Hingga 50 Juta

Paxel menyediakan tambahan Asuransi Pengiriman yang mengcover hingga 50 Juta rupiah untuk beberapa macam produk seperti High Value Product. Sehingga pengguna tidak perlu khawatir untuk mengirimkan produk-produk yang bernilai tinggi dengan menggunakan Jasa Pengiriman Paxel atau Paxel Delivery.


Jasa pengiriman cepat, jasa pengiriman yang cepat dan aman, Jasa pengiriman barang tercepat

1
Paxel Buka