Home / News & Promo / Here are 5 Things to do When Introducing Solid Foods to Baby
Inilah 5 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Kenalkan MPASI kepada Bayi

Here are 5 Things to do When Introducing Solid Foods to Baby

Giving Solid Foods can be done when the baby turns 6 months old. Here are tips that you need to do when introducing MPASI to your little one.
Hai Bunda, seperti yang diketahui makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah langkah penting dalam mendukung perkembangan bayi. Saat si Kecil mulai tumbuh dan membutuhkan energi tambahan selain dari ASI, penting bagi orang tua untuk memperkenalkan MPASI dengan benar. MPASI bisa dimulai dan diperkenalkan ketika bayi menginjak usia 6 bulan yang membutuhkan energi tambahan dari MPASI.

Berikut ini tips yang perlu Kamu lakukan saat mengenalkan MPASI atau makanan padat pada si Kecil.

1. Kenali tanda-tanda Kesiapan Bayi

Sumber: freepik.com
Selain memastikan memulai MPASI pada usia yang tepat, yakni saat bayi berusia 6 bulan, langkah selanjutnya adalah mengenali tanda-tanda si Kecil sudah siap makan. Mengutip dari yankes.kemkes.go.id, ada tanda-tanda yang bisa dikenali saat bayi sudah siap makan, antara lain kepala dan duduk sudah tegak, berkurangnya refleks menjulurkan lidah, tertarik melihat orang makan dan berusaha meraih makanan, serta membuka mulut jika ditawari makanan.
2. Mulai Berikan Makanan dengan tekstur Puree atau Bubur

Sumber: freepik.com
Setelah mengetahui si Kecil sudah siap untuk diberikan MPASI, Kamu bisa mulai memberikan makanan yang dihaluskan menjadi tesktur puree atau bubur. Berdasarkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), MPASI pada usia bayi 6 bulan dapat diberikan sebanyak 2-3 kali makan besar, 1-2 kali makan selingan (camilan) dan ASI 2-3 kali.

Adapun, jumlah MPASI dalam sekali makan besar atau porsi adalah 3 sendok makan hingga setengah mangkuk berukuran 250 ml. Pastikan untuk memilih makanan yang kaya akan nutrisi dan mudah dicerna ya, Bun.

3. Mengatur Jadwal Waktu Makan yang Tepat

Sumber: unsplash.com
Tips selanjutnya dalam mengenalkan MPASI pada si Kecil adalah dengan mengatur jadwal waktu makan yang tepat. Berikut ini contoh jadwal MPASI menurut IDAI yang bisa Kamu jadikan panduan dalam memberikan MPASI kepada si Kecil.
1. Pukul 06.00: ASI
2. Pukul 08.00: Makan pagi (makan besar dengan tekstur puree)
3. Pukul 10.00: Makanan selingan (camilan)
4. Pukul 12.00: Makan siang (makan besar dengan tekstur puree)
5. Pukul 14.00: ASI
6. Pukul 16.00: Makanan selingan (camilan)
7. Pukul 18.00: Makan malam (makan besar dengan tekstur puree)
8. Pukul 21.00: ASI

4. Pantau Reaksi Bayi terhadap Alergi Makanan

Sumber: unsplash.com
Dalam proses pemberian MPASI pada bayi berusia 6 bulan, Kamu juga harus memperhatikan makanan yang memberikan reaksi alergi pada si Kecil. Jika si Kecil mengalami ruam, muntah, atau diare setelah mengonsumsi makanan tertentu, segera hentikan pemberian makanan tersebut dan konsultasikan dengan dokter terkait alergi tersebut.

5. Libatkan Bayi dalam Proses Makan

Sumber: freepik.com
Tips yang terakhir adalah membuat momen makan menjadi hal yang menyenangkan bagi si Kecil. Misalnya, membiarkan si Kecil yang ingin mencoba memegang sendok atau makanan dengan tangan di mana tentunya tetap dalam pengawasan. Hal ini dapat membuat proses makan menjadi hal yang seru dan meningkatkan kemampuan motorik dan sensorik pada si Kecil.

Itulah beberapa tips memperkenalkan MPASI pada si Kecil. Dalam proses pemberian MPASI ini bisa dilakukan secara perlahan dan bertahap sehingga membutuhkan kesabaran dan semangat dari para Bunda.

Terkait menu MPASI, selain membuat menu sendiri, Kamu juga bisa menyiapkan menu MPASI untuk si Kecil dengan order secara online yang dapat dikirim dengan Paxel, lho! Paxel menyediakan pengiriman produk MPASI dengan dilengkapi Handling Frozen, mulai dari freezer, chiller hingga truk pendingin sehingga paket MPASI-mu terjaga aman sampai tujuan.


Sumber: Berbagai sumber 

Related Article:
5 Software POS Terbaik untuk Bisnis Retail & F&B
5 Best POS Software for Retail & F&B Businesses
Kecepatan dan akurasi transaksi jadi salah satu faktor penentu kepuasan pelanggan, baik di bisnis retail maupun F&B. Sayangnya, proses kasir manual atau sistem yang tidak terintegrasi sering menyebabkan antrean panjang, kesalahan hitung, hingga data penjualan yang sulit dipantau. Software POS (Point of Sale) hadir untuk mengatasi masalah ini. Dengan sistem yang tepat, transaksi bisa diproses lebih cepat, stok dan laporan penjualan tercatat otomatis, dan operasional bisnis di berbagai outlet bisa dipantau dari satu dashboard.Baca Juga: Arti Endorse: Pengertian, Manfaat, dan Perbedaannya dengan Endorsement Berikut 5 rekomendasi software POS yang bisa dipertimbangkan untuk mendukung operasional bisnis retail maupun F&B kamu. Pentingnya Software POS untuk Bisnis Retail dan F&B Tanpa sistem yang terpusat dan efisien, proses ini rentan menyebabkan antrean panjang, kesalahan pencatatan, hingga data yang sulit dipantau. Berikut alasan mengapa software POS jadi kebutuhan penting: Transaksi manual rawan human error: pencatatan kasir secara manual atau sistem yang terpisah antar outlet membuat data penjualan mudah salah hitung. Software POS mencatat setiap transaksi secara otomatis dan akurat Antrean panjang bikin pelanggan kabur: proses checkout yang lambat, apalagi saat jam ramai, bisa menurunkan kepuasan pelanggan. Software POS mempercepat proses pembayaran dari berbagai metode dalam satu sistem Stok sulit dipantau tanpa sistem terpusat: barang di gudang dan tiap outlet bisa tidak sinkron kalau dicatat manual. Software POS memperbarui data stok secara real-time setiap kali transaksi terjadi Laporan penjualan butuh waktu untuk disusun: tanpa sistem yang terintegrasi, tim harus merekap data penjualan secara manual dari tiap outlet. Software POS menyediakan laporan real-time yang bisa langsung diakses kapan saja Performa tiap cabang sulit dibandingkan: bisnis multicabang butuh visibilitas terhadap performa masing-masing outlet untuk pengambilan keputusan. Software POS memungkinkan pemantauan dan perbandingan performa antarcabang dari satu dashboard Evaluasi staf jadi kurang objektif: tanpa data yang terukur, menilai kinerja kasir atau staf outlet jadi sulit dilakukan. Software POS mencatat data transaksi per staf yang bisa dijadikan dasar evaluasi Rekomendasi Software POS untuk Mempercepat Proses Transaksi Berikut perbandingan 5 software POS, mulai dari cakupan fitur, target bisnis, hingga keunggulan masing-masing. 1. Mekari POS Mekari POS adalah sistem point-of-sale terpusat yang dirancang khusus untuk industri F&B dan retail. Produk ini memungkinkan bisnis multicabang untuk mensinkronisasi data penjualan, keuangan, dan operasional dalam satu platform terintegrasi. Mempercepat proses transaksi secara akurat, mendukung pesanan dine-in, takeaway, delivery, hingga GrabFood dalam satu sistem. Memungkinkan seluruh outlet dipantau secara real-time dan performa penjualan antarcabang dibandingkan dari satu dasbor terpusat. Laporan penjualan real-time, mengidentifikasi produk terlaris, dan mengevaluasi kinerja staf dengan data yang terukur. Pengaturan diskon, pengelolaan membership dan poin, hingga peningkatan repeat order lewat program loyalitas. Pengelolaan SKU dan varian produk dikelola secara terpusat, sekaligus stok tiap outlet dipantau secara real-time.Baca Juga: Ekspansi Bisnis: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya 2. Lightspeed Lightspeed adalah software POS asal Kanada yang menyasar bisnis retail, restoran, hingga golf course, dengan fokus pada skalabilitas dan kemampuan omnichannel. Membantu mengelola stok dengan pelaporan yang cukup mendalam. Kemampuan omnichannel menghubungkan penjualan online dan offline dalam satu sistem. Mendukung operasional bisnis dengan banyak cabang. Integrasi pembayaran memproses transaksi pembayaran langsung di sistem POS. 3. Square Square adalah software POS asal Amerika Serikat yang dikenal simpel dan mudah digunakan, populer di kalangan bisnis kecil, kafe, hingga penyedia jasa yang baru memulai. Proses setup berlangsung cepat dan mudah dipasang tanpa instalasi yang rumit. Pemrosesan pembayaran fleksibel memungkinkan penerimaan kartu dan pembayaran digital secara instan. Pelacakan penjualan dasar membantu memantau transaksi dan stok secara sederhana. Struk digital otomatis dikirim ke pelanggan lewat email atau SMS.Baca Juga: Apa Itu Dropshipper? Ini Penjelasan Simpel Buat Kamu yang Mau Coba Jualan Online 4. Loyverse POS Loyverse POS adalah software asal Lithuania yang menyasar bisnis kecil dan menengah seperti kafe, bar, atau toko, dengan antarmuka yang sederhana dan mudah dipelajari. Fitur POS inti mendukung pemesanan, pemrosesan pembayaran, dan pelaporan dasar. Manajemen multicabang skala kecil memungkinkan beberapa outlet dan staf dikelola dengan hak akses berbasis peran. Program loyalitas pelanggan dapat dibuat untuk mendorong repeat order. Integrasi payment gateway menghubungkan sistem dengan penyedia pembayaran populer. 5. Erply Erply adalah software POS berbasis cloud yang menargetkan bisnis retail dari berbagai skala, dengan kekuatan utama pada manajemen inventaris dan dukungan operasional multi-lokasi. Manajemen inventaris lanjutan memantau stok secara real-time dengan barcode scanning dan purchase order otomatis. Warehouse management system mengelola pergerakan stok antar gudang dan lokasi. Mode offline memungkinkan transaksi tetap diproses meski tanpa koneksi internet. Manajemen multilokasi cocok digunakan untuk retail chain dan bisnis franchise.Baca Juga: 9 Ide Jualan Makanan yang Laku Setiap Hari, Modal Kecil Untung Besar Solusi Software POS untuk Mempercepat Transaksi dan Operasional Bisnis Memilih software POS yang tepat berarti mempertimbangkan bagaimana sistem tersebut bisa mempercepat transaksi sekaligus memberi visibilitas penuh terhadap operasional bisnis, baik untuk satu outlet maupun banyak cabang sekaligus. Bagi bisnis F&B dan retail di Indonesia, kebutuhan ini menjadi lebih spesifik karena harus mendukung berbagai metode pembayaran lokal, integrasi dengan layanan delivery, serta pencatatan keuangan yang sesuai dengan alur bisnis di dalam negeri. Mekari POS hadir sebagai sistem POS terpusat yang dirancang untuk kebutuhan tersebut, mulai dari manajemen pesanan, kontrol multicabang, hingga integrasi langsung dengan Mekari Jurnal untuk pencatatan akuntansi otomatis.Baca Juga: Pengertian, Ongkir dan Kelebihan Same Day Delivery untuk Kirim Makanan
05 Aug 2026
5 Aplikasi Omnichannel Marketplace untuk Kelola Toko Online
5 Omnichannel Marketplace Apps to Manage Online Stores
Berjualan di banyak marketplace sekaligus, memang membuka peluang omzet lebih besar. Namun di sisi lain, mengelola stok, harga, dan pesanan secara manual di tiap platform sering kali menyulitkan tim operasional, apalagi kalau volume transaksi terus bertambah.Baca Juga: Apa itu BEP? BEP adalah Break Even Point, Ini Rumusnya! Masalah ini bisa diatasi dengan aplikasi omnichannel marketplace. Dengan aplikasi ini, sinkronisasi stok, update harga, hingga pengelolaan pesanan bisa dilakukan lebih cepat dan minim risiko human error. Berikut 5 rekomendasi aplikasi omnichannel marketplace yang bisa dipertimbangkan untuk mendukung operasional bisnis online kamu. Rekomendasi Aplikasi Omnichannel Marketplace untuk Membantu Operasional Bisnis Online Setiap aplikasi omnichannel marketplace punya kelebihan dan fokus yang berbeda-beda, mulai dari cakupan integrasi marketplace, kelengkapan fitur inventaris, hingga model biaya yang ditawarkan. Berikut perbandingannya. 1. Mekari Desty Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang dirancang khusus untuk kebutuhan UMKM hingga bisnis skala menengah di Indonesia. Sebagai bagian dari ekosistem Mekari, Desty memungkinkan pelaku usaha mengelola seluruh aktivitas penjualan dari berbagai marketplace dan toko online dalam satu dashboard terpusat, tanpa perlu berpindah-pindah platform. Manajemen produk terpusat memungkinkan pengaturan master product, harga, dan variasi produk untuk semua marketplace sekaligus lewat satu pengaturan. Sinkronisasi stok real-time memperbarui stok secara otomatis berdasarkan SKU di Produk Master untuk menghindari overselling maupun underselling. Memudahkan pengelolaan pesanan, pencetakan label pengiriman, dan pelacakan status order dari satu dasbor. Multi-warehouse management memungkinkan pergerakan barang antar gudang dipantau secara jelas, mulai dari transit hingga diterima pelanggan. 2. Veeqo Veeqo adalah platform asal Inggris yang kini menjadi bagian dari ekosistem Amazon, dengan fokus utama pada manajemen pengiriman dan fulfillment untuk seller yang berjualan di marketplace global. Manajemen pengiriman multi-carrier mengatur pengiriman dari berbagai jasa kurir dalam satu sistem. Sinkronisasi inventaris dasar memperbarui stok antar channel penjualan secara otomatis. Integrasi marketplace global menghubungkan sistem dengan Amazon, eBay, dan Shopify. Label pengiriman otomatis mempercepat pencetakan label dan dokumen pengiriman.Baca Juga: Nomor Resi adalah Kunci Keamanan Paket, Mengapa? 3. Sellercloud Sellercloud adalah platform multichannel commerce asal Amerika Serikat yang menawarkan fitur cukup lengkap dan tingkat kustomisasi tinggi, umumnya digunakan oleh bisnis skala menengah hingga besar. Manajemen order dan inventaris lintas channel mengelola pesanan dan stok dari berbagai marketplace dalam satu sistem. Integrasi marketplace yang luas menghubungkan sistem dengan berbagai platform e-commerce dan tools pihak ketiga. Pelaporan dan analitik menyediakan laporan performa penjualan yang cukup mendalam. Workflow yang dapat dikustomisasi memungkinkan alur kerja operasional disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis. 4. Sellbrite Sellbrite adalah platform asal Amerika Serikat yang kini berada di bawah GoDaddy, dengan fokus pada sinkronisasi listing produk ke berbagai marketplace. Platform ini umumnya cocok untuk bisnis skala kecil hingga menengah. Sinkronisasi listing multi-marketplace menghubungkan listing produk ke Amazon, eBay, Etsy, Walmart, dan Shopify. Update stok otomatis menyinkronkan level stok antar channel penjualan. Dashboard terpusat memantau seluruh listing dari satu tampilan. Proses setup yang mudah cocok untuk bisnis kecil yang baru mulai berjualan multi-channel.Baca Juga: Cara Menghitung Diskon: Rumus, Jenis, dan Strategi Agar Tetap Untung 5. Linnworks Linnworks adalah platform asal Inggris yang ditujukan untuk bisnis skala enterprise dengan kebutuhan manajemen multichannel yang kompleks, mulai dari inventaris lintas gudang hingga otomasi order. Manajemen inventaris skala besar mengelola stok lintas gudang untuk volume SKU yang tinggi. Otomasi order routing mengatur alur pemrosesan dan fulfillment pesanan secara otomatis. Integrasi akuntansi dan demand planning menghubungkan data penjualan dengan kebutuhan perencanaan bisnis. Dukungan multi-channel untuk retailer besar cocok bagi operasional skala besar dengan volume transaksi tinggi.Baca Juga: Kirim Paket Besar Murah dengan Layanan Pengiriman PaxelBig Tips Memilih Aplikasi Omnichannel Marketplace Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar aplikasi omnichannel yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis: Sesuaikan dengan jumlah dan jenis marketplace yang digunakan bisnis kamu saat ini maupun rencana ekspansi ke depan. Perhatikan kecepatan dan keandalan sinkronisasi stok secara real-time agar terhindar dari overselling. Pilih sistem dengan model biaya yang sesuai skala bisnis, baik biaya langganan tetap maupun skema bayar per transaksi. Pastikan tersedia dukungan integrasi dengan sistem akuntansi atau laporan keuangan untuk memudahkan pembukuan. Cek kemudahan penggunaan platform serta ketersediaan dukungan teknis, terutama yang responsif untuk pasar lokal. Solusi Aplikasi Omnichannel Marketplace untuk Bisnis Online di Indonesia Mengelola penjualan di banyak marketplace sekaligus memang membutuhkan sistem yang mampu menyatukan seluruh operasional dalam satu tempat, mulai dari stok, harga, pesanan, hingga komunikasi dengan pelanggan. Bagi bisnis yang beroperasi di pasar Indonesia, kebutuhan ini menjadi lebih spesifik karena harus mendukung marketplace lokal populer, sekaligus menyediakan model biaya yang sesuai untuk skala UMKM hingga bisnis menengah.Baca Juga: Pengertian, Layanan, dan Kelebihan Pick Up dari Jasa Pengiriman Paxel Mekari Desty hadir sebagai aplikasi omnichannel marketplace yang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar Indonesia, dengan integrasi marketplace lokal, sinkronisasi stok real-time, hingga sistem chat terpusat dalam satu dashboard.
05 Aug 2026
10 Jenis-Jenis Surat yang Masih Sering Digunakan Beserta Contohnya
10 Types of Letters Commonly Used Today (with Examples)
Meski komunikasi digital semakin berkembang, penggunaan surat belum sepenuhnya ditinggalkan. Banyak keperluan pribadi, pendidikan, organisasi, hingga pekerjaan masih mengandalkan surat sebagai media komunikasi yang lebih resmi dan mudah didokumentasikan. Karena itu, memahami jenis-jenis surat membantu kamu menentukan format yang sesuai dengan kebutuhan.Baca Juga: Cara Packing Paket yang Aman untuk Berbagai Jenis Barang Setiap surat memiliki tujuan yang berbeda. Ada yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara pribadi, ada pula yang dibuat sebagai dokumen resmi antarinstansi atau perusahaan. Dengan memilih jenis surat yang tepat, pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah dipahami oleh penerimanya. Apa yang Dimaksud dengan Surat? Surat adalah media komunikasi tertulis yang digunakan untuk menyampaikan informasi, permintaan, pemberitahuan, atau pesan kepada pihak lain. Dahulu surat ditulis dengan tangan, kemudian dikirim melalui jasa pos. Kini surat lebih banyak diketik menggunakan komputer, tetapi tetap dikirim dalam bentuk fisik untuk berbagai keperluan. Apa Saja Jenis-jenis Surat? Secara umum, surat dibedakan berdasarkan fungsi, tujuan, dan pihak yang mengirim maupun menerima surat tersebut. Berikut beberapa jenis surat yang masih banyak digunakan hingga sekarang. 1. Surat Pribadi Surat pribadi merupakan surat yang dibuat untuk komunikasi antar individu tanpa tujuan kedinasan atau bisnis. Isi surat biasanya lebih santai karena disesuaikan dengan hubungan antara pengirim dan penerima. Contoh surat pribadi antara lain surat kepada sahabat, anggota keluarga, atau kerabat yang tinggal di kota lain.Baca Juga: Logistik Adalah: Definisi, Cara Kerja, dan Peluang ke Depannya 2. Surat Dinas Surat dinas digunakan oleh instansi pemerintah, sekolah, organisasi, atau perusahaan untuk kepentingan resmi. Surat ini memiliki format yang lebih baku dan biasanya menggunakan kop surat serta nomor surat. Contohnya adalah surat undangan rapat, surat pemberitahuan, surat tugas, atau surat edaran. 3. Surat Undangan Surat undangan dibuat untuk mengundang seseorang menghadiri suatu kegiatan. Surat ini dapat bersifat resmi maupun tidak resmi, tergantung penyelenggara acaranya. Misalnya undangan seminar, rapat organisasi, pertemuan komunitas, atau acara keluarga. 4. Surat Lamaran Kerja Surat lamaran kerja digunakan saat seseorang mengajukan diri untuk mengisi suatu posisi di perusahaan atau instansi. Surat ini biasanya disertai daftar riwayat hidup dan dokumen pendukung lain sesuai persyaratan yang diminta oleh perusahaan. 5. Surat Pengunduran Diri Surat pengunduran diri atau surat resign dibuat oleh karyawan yang ingin mengakhiri hubungan kerja secara profesional. Isi surat biasanya memuat pernyataan mengundurkan diri, tanggal efektif, serta ucapan terima kasih kepada perusahaan.Baca Juga: 6 Ide Kado Perpisahan untuk Teman dan Atasan 6. Surat Kuasa Surat kuasa merupakan surat yang memberikan wewenang kepada orang lain untuk melakukan tindakan tertentu atas nama pemberi kuasa. Contohnya adalah surat kuasa untuk mengambil dokumen, menghadiri rapat, atau mewakili seseorang dalam suatu urusan administratif. 7. Surat Perjanjian Surat perjanjian berisi kesepakatan antara dua pihak atau lebih mengenai hak dan kewajiban masing-masing. Jenis surat ini banyak digunakan dalam kerja sama bisnis, penyewaan, maupun berbagai bentuk kerja sama lainnya. 8. Surat Keterangan Surat keterangan berfungsi menjelaskan kondisi atau status seseorang berdasarkan informasi dari pihak yang berwenang. Contohnya meliputi surat keterangan kerja, surat keterangan domisili, atau surat keterangan aktif sebagai anggota organisasi.Baca Juga: Pengertian, Estimasi, dan Keunggulan Pengiriman Next day Paxel 9. Surat Permohonan Surat permohonan dibuat ketika seseorang atau suatu pihak ingin mengajukan permintaan secara resmi kepada pihak lain. Contohnya berupa surat permohonan izin penggunaan tempat, permohonan kerja sama, atau permohonan menjadi narasumber dalam sebuah acara. 10. Surat Pemberitahuan Surat pemberitahuan digunakan untuk menyampaikan informasi resmi kepada individu maupun kelompok. Surat ini biasanya berisi pengumuman perubahan jadwal, pemberitahuan kegiatan, informasi kebijakan baru, atau pemberitahuan agenda tertentu. Tips Mengirim Surat Agar Tetap Rapi dan Aman Meski isi surat menjadi bagian utama, cara mengirimkannya juga harus diperhatikan agar dokumen tetap rapi ketika diterima. Sebelum mengirim surat, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Gunakan amplop dengan ukuran yang sesuai agar surat tidak mudah terlipat. Pastikan alamat penerima ditulis secara lengkap dan jelas. Tambahkan identitas pengirim agar penerima mudah melakukan konfirmasi jika diperlukan. Lipat surat dengan rapi sehingga tetap terlihat profesional saat dibuka. Pilih layanan pengiriman yang sesuai dengan kebutuhan waktu pengiriman. Kalau kamu perlu mengirim berbagai jenis surat untuk kebutuhan pribadi, organisasi, maupun pekerjaan, Paxel menyediakan layanan PaxelAmplop yang praktis untuk pengiriman dokumen dalam amplop. Layanan ini cocok digunakan untuk mengirim surat dengan proses yang cepat dan aman, serta ongkirnya terjangkau. Dengan PaxelAmplop, kamu bisa kirim paket antar kota maupun pulau dengan tarif FLAT 10RB.Baca Juga: Kenalin! Layanan PaxelAmplop untuk Kirim Paket yang Lebih Hemat Selama mengirim paket, kamu juga dapat memanfaatkan fitur lacak pengiriman agar proses pengiriman lebih mudah dipantau. Dengan layanan tersebut, mengirim jenis-jenis surat menjadi lebih nyaman tanpa perlu khawatir surat terlambat sampai ke tujuan.
31 Jul 2026
Paxel Open