Indonesia memang kaya akan berbagai jenis kue tradisional yang punya ciri khas masing-masing di tiap daerah. Namun, buat kamu si pencinta tekstur lembut yang lumer di mulut tanpa repot pakai kuah, serabi Solo jelas jadi juara bertahan yang pesonanya selalu sulit untuk ditolak.
Yang membuat serabi Solo terasa spesial dan punya banyak penggemar adalah teksturnya yang sangat lembut di bagian tengah dan renyah di bagian pinggir. Saat menggigit serabi Solo untuk pertama kali, kamu akan langsung merasakan sensasi gurih santan yang pecah di lidah. Lebih daripada itu, kamu tak perlu lagi menambahkan siraman kuah manis karena rasanya sudah lezat saat dimakan.
Jajanan pinggir jalan yang naik kelas ini dimasak secara khusus menggunakan wajan kecil dari tanah liat yang dipanaskan di atas tungku arang. Aroma bakaran yang khas dari proses memasak tradisional inilah yang bikin rasanya makin juara dan beda dari pancake modern.
Bentuknya yang cenderung tipis, bagian tengah yang berwarna putih bersih, pinggiran kecokelatan, lalu digulung rapi pakai daun pisang membuatnya sangat praktis buat langsung dilahap.
Asal serabi solo berawal dari inovasi kuliner di dalam Keraton Kasunanan Surakarta pada masa lampau yang kemudian perlahan menyebar luas ke masyarakat umum. Beberapa ahli sejarah dan tokoh kuliner menyebutkan kalau kue basah ini merupakan perpaduan cantik antara budaya lokal Jawa dan pengaruh kuliner Belanda, mengingat bentuknya yang mirip dengan kue panekuk gaya Eropa.
Dulu, camilan gurih ini biasanya disajikan secara khusus sebagai suguhan istimewa untuk para tamu penting dan para bangsawan keraton saat ada acara resmi. Seiring berjalannya waktu, resep rahasia ini mulai diajarkan turun-temurun ke luar tembok keraton hingga akhirnya bisa dinikmati oleh semua kalangan. Sekarang, jajanan legit ini sukses jadi ikon kuliner kebanggaan warga Surakarta yang selalu ludes diburu para wisatawan dari berbagai penjuru daerah.
Makanan ini terasa lezat karena bahan serabi Solo adalah tepung beras kualitas terbaik, santan kelapa kental yang segar, gula pasir, ragi pengembang, dan sedikit garam untuk penyeimbang rasa.
Kamu harus memastikan santan yang digunakan benar-benar segar dari perasan pertama, karena komponen ini adalah penentu utama gurih tidaknya hasil akhir kue tersebut.
Proses fermentasi menggunakan ragi juga memakan waktu yang pas agar adonan bisa bersarang dan berongga cantik saat dipanggang di atas tungku. Semua komposisi ini dicampur rata menjadi adonan cair yang siap dituang berulang kali ke dalam wajan mungil bersuhu panas.
Kamu bisa beli serabi Solo legendaris di serabi solo NOTOSUMAN yang sudah melayani pelanggan sejak tahun 1923. Nama kedai yang satu ini bahkan sudah sangat identik dengan kue itu sendiri saking terkenalnya di seantero negeri.
Di sini, kamu nggak perlu khawatir kantong bakal jebol karena harga serabi solo NOTOSUMAN masih sangat terjangkau oleh semua kalangan. Satu porsinya biasanya dibanderol mulai dari dua puluhan ribu rupiah saja, tergantung jenis isian dan jumlah kue dalam satu kotak kemasannya.
Membayangkan kepulan asap dengan aroma santan gurih bercampur manisnya lelehan cokelat dari sekotak serabi Solo pastinya bikin kamu langsung ngiler dan pengin buru-buru makan. Buat #SahabatPaxel yang lagi ngidam berat hari ini tapi belum punya waktu luang buat liburan jauh ke Surakarta, kamu nggak perlu sedih apalagi sampai menahan selera. Kamu harus manfaatkan layanan pengiriman andalan dari Paxel buat jastip jajanan legendaris ini langsung dari kota asalnya ke depan pintu rumahmu.