Jangan sampai jauh-jauh pergi ke Salatiga tanpa sempat mengulik cita rasa otentik daerah tersebut. Nah, kalau kamu sedang atau berencana mampir ke kota yang sejuk di kaki Gunung Merbabu ini, kamu harus mencicipi kuliner salatiga yang terkenal lezat dan bikin kangen.
Kota ini memang kecil, tapi jangan remehkan kekayaan rasanya. Mulai dari makanan berat yang gurih nendang sampai camilan manis untuk oleh-oleh, semuanya tersedia lengkap. Yuk, cari tahu daftar makanan legendaris yang harus masuk dalam bucket list kamu.
Kalau kamu bosan dengan pecel yang lauknya ayam atau telur, kamu wajib mencoba sensasi unik dari Pecel Keong. Makanan ini terbuat dari daging keong sawah yang diolah sedemikian rupa hingga teksturnya empuk, kenyal, dan tidak berbau amis. Bumbu kacangnya yang pedas gurih menyatu sempurna dengan sayuran segar dan daging keong yang kaya protein.
Hidangan ini sangat cocok disantap saat makan siang untuk mengembalikan energi setelah berkeliling kota. Salah satu hidden gem kuliner salatiga ini bisa kamu temukan dengan mudah di kawasan Pemandian Muncul. Harganya pun sangat bersahabat di kantong, biasanya dibanderol mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000 per porsi.
Bagi para pecinta daging kambing, Sate Blotongan adalah surga dunia yang tidak boleh dilewatkan. Berbeda dengan sate pada umumnya, Sate Blotongan menggunakan daging kambing muda pilihan sehingga teksturnya sangat empuk dan juicy saat digigit. Bumbunya meresap hingga ke dalam serat daging, biasanya disajikan di atas hotplate agar tetap panas atau dengan bumbu kecap irisan cabai rawit yang segar.
Rasanya gurih manis dengan aroma bakaran yang menggugah selera, cocok banget buat makan malam bareng keluarga atau teman-teman. Kamu bisa menemukan deretan penjual sate ini di sepanjang Jalan Fatmawati, Blotongan. Siapkan budget sekitar Rp40.000 sampai Rp60.000 untuk menikmati satu porsi sate yang memuaskan ini.
Namanya mungkin terdengar sedikit menggelitik, tapi rasanya dijamin bikin nagih. Gethuk Kethek terbuat dari singkong pilihan yang ditumbuk halus dan dicampur dengan kelapa serta gula, menciptakan rasa manis yang pas dan tekstur yang lembut. Camilan ini cocok banget buat teman ngeteh di sore hari atau sekadar ganjal perut saat perjalanan.
Kamu bisa mendapatkannya langsung di rumah produksinya di Jalan Argotunggal. Kenapa dinamakan "kethek"? Konon, nama ini disematkan karena dulu pembuatnya memelihara monyet di depan rumah. Harganya sangat terjangkau, sekitar Rp15.000 per kotaknya. Makanan ini adalah opsi tepat untuk buah tangan.
Ingin bernostalgia dengan jajanan jadul? Roti Tegal adalah jawabannya. Toko roti legendaris ini menyediakan berbagai macam roti dan kue basah dengan resep kuno yang masih dipertahankan hingga sekarang. Roti di sini memiliki tekstur yang padat namun lembut, dengan rasa mentega dan manis yang khas, berbeda dengan roti modern yang terlalu banyak pengembang.
Tempat ini menjadi salah satu tempat makan di Salatiga yang paling ikonik untuk sarapan ringan atau sekadar ngemil. Berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, kamu bisa memborong aneka roti dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp50.000 tergantung jenis kuenya.
Ini dia sarapan juara kebanggaan warga lokal. Sambal Tumpang Koyor terbuat dari tempe yang sudah mengalami fermentasi lanjut (tempe semangit) dimasak dengan santan, rempah-rempah, dan potongan koyor (urat sapi) yang melimpah. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan memiliki aroma asap yang khas dari tempe semangitnya. Kuah kentalnya yang creamy bakal bikin kamu melek di pagi hari.
Kuliner ini sangat mudah ditemui di berbagai sudut kota, terutama di area sekitar Pasar Sapi atau Jalan Ahmad Yani. Dengan harga sekitar Rp15.000 sampai Rp20.000, kamu sudah bisa mendapatkan sepiring nasi hangat dengan siraman tumpang koyor yang nikmat.
Siapa yang bisa menolak semangkuk bakso hangat di tengah udara Salatiga yang sejuk? Bakso Babat Taman Sari menawarkan bakso sapi yang kenyal dengan tambahan potongan babat putih yang bersih dan empuk. Kuah kaldunya bening namun rich akan rasa kaldu sapi yang gurih, tanpa rasa penyedap yang berlebihan.
Lokasinya strategis di pusat kota, tepatnya di Jalan Diponegoro. Satu porsi bakso babat dibanderol di kisaran Rp25.000. Rasanya yang segar dan hangat sangat pas dinikmati saat cuaca sedang mendung atau hujan rintik-rintik.
Kalau kamu mencari oleh-oleh yang tahan lama dan praktis dibawa, Enting-enting Gepuk adalah pilihan nomor satu. Makanan ringan ini terbuat dari kacang tanah sangrai yang ditumbuk (digepuk) menyatu dengan gula merah atau gula pasir hingga padat. Rasanya manis legit dengan sensasi renyah kacang yang pecah di mulut.
Proses pembuatannya yang unik membuat bentuknya menjadi prisma segitiga yang khas. Kamu bisa membelinya di berbagai toko oleh-oleh di sepanjang jalan utama kota. Harganya bervariasi tergantung ukuran kemasan, mulai dari Rp20.000 hingga Rp40.000 per pack.
Satu lagi menu sarapan legendaris yang punya sejarah panjang. Soto Esto menyajikan soto dengan kuah santan kekuningan yang gurih, disajikan dengan suwiran ayam kampung dan tauge. Yang membedakannya adalah taburan kerupuk karak (kerupuk nasi) yang diremas di atasnya, memberikan tekstur renyah yang unik saat bercampur dengan kuah.
Dulu soto ini berjualan di garasi bus PO Esto, itulah sebabnya namanya Soto Esto. Sekarang lokasinya ada di Jalan Langensuko. Cukup merogoh kocek sekitar Rp12.000 hingga Rp15.000, kamu sudah bisa menikmati kehangatan soto yang melegenda ini.
Membaca daftar di atas pasti sukses bikin air liur menetes, kan? Sayangnya, mungkin kamu sedang sibuk dan belum sempat meluncur ke sana. Tapi tenang saja, kamu tidak harus menahan rasa penasaran itu terlalu lama. Kamu bisa minta tolong teman di sana untuk mengirimkan kuliner legendaris ini via Paxel dikirim dengan cepat dan aman.